KH. Abdul Hannan bin Kiai Toyyib bin Kiai Masina bin Kiai Juman bin Kiai Mansur bin Kiai Abbas bin Kiai Subki bin bin Kiai Kamali bin Kiai Abdurrahim bin Syeikh Abdul Latif bin Mas Buyut bin Sunan Ratna Geulis/Kikis bin Sunan Raja Desa bin Sunan Bahuki bin Khatib Arya Agung bin Dalem Suka Hurang bin Sayid Maulana Faqih Ibrahim bin Syaikh Abdul Muhyi-Sunan Giri bin Maulana Ishaq.
K.H. Makhtum Hannan (bahasa Arab:مختوم حننcode: ar is deprecated ) (13 Juni 1938–21 Desember 2017[1]) adalah sesepuh Pondok Pesantren Babakan, Ciwaringin, Cirebon dan seorang ulama kharismatik sekaligus Mustasyar Pengurus Besar nahdlatul ulama berkebangsaan Indonesia.[2] Ia juga termasuk salah satu dari sembilan Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) Muktamar Ke-33 NU di Jombang[3]
Kehidupan awal
KH. Makhtum Hannan merupakan putra dari pasangan KH. Abdul Hannan dengan Nyai Hj. Solihah. Ayah beliau merupakan sesepuh Babakan, Ciwaringin, Cirebon yang masih keturunan Sunan Giri bin Maulana Ishaq.[4]
Masa pendidikan
KH. Makhtum Hannan memulai pendidikannya dengan belajar ilmu agama pada ayahnya, KH. Abdul Hannan, pamannya, KH. Masduki Ali dan kakaknya KH. Amrin Hannan. Selain itu, ia pernah belajar di Pondok Pesantren Kaliwungu yang diasuh oleh KH. Abu Khaer Pasarean, KH. Subki dan KH. Fadhil.
Setelah selesai, mondok di Pesantren Kaliwungu. Beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren Lasem dibawah asuhan Syekh Masduqi Ali dan Syekh Mansur bin Khalil.
Kehidupan pribadi
KH. Makhtum Hannan melepas masa lajangnya dengan menikahi Nyai Hj. Aminah. Buah hati dari pernikahannya, beliau dikaruniai 6 anak.[5]
Referensi
↑DIA, Yayasan (2020-01-30). "Biografi KH. Makhtum Hannan". Biografi KH. Makhtum Hannan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-12-27.