Makam Sam Ratulangi adalah salah satu monumen bersejarah yang ada di Sulawesi Utara, sebagai bentuk apresiasi kepada Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi dalam dedikasinya terhadap perjuangannya di bagian pendidikan dan politik.[1]
Biografi
Gerungan Saul Samuel Jacob atau yang dikenal Sam Ratulangi lahir di Tondano pada tanggal 5 November 1890, ayahnya Jozias Ratulangi berprofesi sebagai cendekiawan mengambil ilmu di Belanda sekaligus kepala sekolah di Hoofdenschool dan ibunya, Augustina Gerungan. Sam Ratulangi mengenyan pendidikan terakhir di Vrije Universiteit van Amsterdam selama dua tahun dan memimpin organisasi Indische Vereeninging. Tahun 1915, Sam Ratulangi lulus sebagai Ilmu Pasti. Perjalanan pendidikan Sam Ratulangi tidak mudah karena kerap kali ia di kucilkan karena statusnya sebagai pribumi, ini tercermin pada perjuangannya di Sekolah Teknik Koningin Wilhelmina School dengan jurusan mesin.[1]
Peran
Dangan latar belakang pendidikan yang ada Sam Ratulangi di luar negeri, ia balik ke Indonesia dan menjadi pengajar di Prinses Juliana School dan Algemeene Middelbare School di Yogyakarta tahun 1919. Di sekolah itu dipenuhi dengan keturunan Belanda sehingga dengan statusnya sebagai pribumi sehingga ia banyak dikritik untuk tidak terlibat dalam pendidikan.[1]