Tafsiran yang paling dominan dari para pembaca sampai abad kesembilan belas mengenai Machiavellianisme ialah bahwa Machiavelli dalam filsafat politik ingin memisahkan kekuasaan dari moralitas. Selanjutnya memasuki abad XI kalangan penggemar ajaran Machiavelli mengikuti interpretasi lama yang dominan waktu itu bahwa Machiavelli memisahkan kekuasaan dari wilayah moralitas, karena dalam bab terakhir Sang Penguasa kelihatan jelas asumsi filsafat politik Machiavelli, yang membiarkan terjadinya pemerkosaan edoman-prdoman moral untuk mencapai tujuan etis yang lebih luhur lagi, yang bagi waktu itu adalah kesatuan Italia. Memasuki Abad XX teori-teori politik Machiavelli dipraktikkan oleh hampir semua bangsa, dan Machiavellianisme sangat menonjol dalam praktik hubungan internasional dewasa ini.[1]