MGI All Stars adalah edisi spesial dari kontes kecantikan internasional Miss Grand International (MGI). Edisi ini diumumkan secara publik pada Desember 2025 dan dirancang untuk membawa kembali mantan ratu kecantikan dari MGI atau kontes nasional dan internasional lainnya untuk berkompetisi kembali dalam kompetisi yang diperbarui dan berfokus pada veteran.[1][2]
Sejarah
Miss Grand International merupakan sebuah kontes kecantikan global yang didirikan pada tahun 2013. Organisasi ini menerapkan kerangka penilaian berbasis empat dimensi, yaitu Kecantikan (Beauty), Tubuh (Body), Otak (Brain), dan Bisnis (Business), serta mengusung kampanye advokasi bertajuk "Hentikan Perang dan Kekerasan"[3].
MGI All Stars diperkenalkan sebagai kompetisi tambahan yang diselenggarakan secara terpisah dari edisi tahunan Miss Grand International. Pengumuman tersebut menekankan aspek inklusivitas dengan mengundang para ratu kecantikan dari berbagai kontes lain, sehingga tidak hanya untuk mantan kontestan MGI saja[1]. Kompetisi ini terbuka bagi wanita serta wanita transgender berusia antara 20 hingga 40 tahun, baik yang berstatus lajang, telah menikah, maupun yang sudah memiliki anak, dengan syarat mereka pernah berpartisipasi dalam kontes kecantikan tingkat internasional sebelumnya[4].
Latar Belakang
MGI All Stars edisi pertama resmi diumumkan pada tanggal 4 Desember 2025. Menurut pihak MGI, kompetisi ini bertujuan untuk "membuka pintu bagi para ratu di seluruh dunia", sekaligus memberikan kesempatan kepada para mantan kontestan untuk kembali, me-rebranding diri, dan berkompetisi sekali lagi di bawah naungan platform MGI[2][5]. Berbagai media di seluruh Asia melaporkan adanya sambutan yang sangat positif dari para penggemar, serta meluasnya spekulasi mengenai daftar kontestan yang kemungkinan akan kembali bertanding[6]. Organisasi Miss Grand International juga mengumumkan bahwa pemenang utama akan menerima Mahkota All Stars beserta hadiah uang tunai berkisar antara 100.000 hingga 1.000.000 dolar AS[7].
Pengumuman tersebut menarik perhatian besar di kalangan komunitas pencinta kontes kecantikan di seluruh dunia, di mana para penggemar menunjukkan antusiasme yang tinggi atas potensi kembalinya mantan kontestan populer. Beberapa komentator memuji format baru ini karena dinilai mampu memberdayakan para ratu veteran, sementara sebagian lainnya mempertanyakan dampak format tersebut terhadap peluang para kandidat baru[2].
Kriteria kelayakan peserta mencakup wanita serta wanita transgender berusia antara 20 hingga 40 tahun, tanpa adanya batasan terkait status pernikahan maupun status sebagai ibu. Kompetisi ini terbuka bagi setiap individu yang sebelumnya pernah berkompetisi dalam kontes kecantikan tingkat internasional apa pun, tanpa memandang apakah mereka berhasil meraih gelar atau tidak. Rangkaian kegiatan dan tantangan untuk edisi pertama ini dijadwalkan mulai berlangsung pada 25 Januari, di mana para kontestan akan mulai mengumpulkan poin penilaian. Sementara itu, babak Grand Final akan diselenggarakan pada 13 Februari di Thailand[8][9].
Tujuan dan signifikansi
Edisi All Stars dimaksudkan untuk melayani berbagai tujuan, termasuk pengakuan terhadap kontestan yang kembali atas pengalaman dan pengembangan yang diperoleh sejak partisipasi mereka sebelumnya. Edisi ini juga mencerminkan tren hiburan yang lebih luas yang menekankan format berbasis warisan, berkontribusi pada inovasi dalam industri kontes kecantikan. Selain itu, dimasukkannya mantan kontestan diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan penonton, karena ratu favorit penggemar yang kembali seringkali menghasilkan minat publik yang lebih tinggi. Format ini juga memberikan kesempatan bagi peserta yang sebelumnya berkinerja buruk atau mengundurkan diri untuk berkompetisi lagi.[8][10][11]
Format
Sesuai pengumumannya, partisipasi terbuka untuk mantan ratu kecantikan dari kontes kecantikan nasional atau internasional mana pun.[1] MGI belum menerbitkan kriteria penilaian lengkap, atau format kompetisi resmi.[12] Masih belum dipastikan apakah pemenang MGI All Stars akan bergabung ke dalam siklus utama Miss Grand International. Satu kontestan akan dinobatkan sebagai MGI All Stars 2026. Karena gelar ini berbeda dari mahkota utama Miss Grand International, pemenangnya diperkirakan tidak akan menggantikan Emma Tiglao dari Filipina, yang memenangkan Miss Grand International 2025 pada bulan Oktober.[13]
Pada hari pendahuluan, hari pertama akan diisi dengan babak penyaringan pakaian renang dan gaun malam. Hari kedua akan diisi dengan gaun koktail dan riasan wajah polos. Dan pada hari terakhir, 25 finalis teratas akan diumumkan, diikuti oleh 10 finalis teratas. Lima finalis teratas akan mengikuti sesi tanya jawab.[14]
Crown of All Stars (2026), mahkota resmi MGI All Stars, simbol spektakuler dari bintang-bintang yang bersatu sebagai satu kekuatan dahsyat. Memancarkan kekuatan, kecemerlangan, dan ambisi tanpa batas, mahkota ini mewujudkan semangat individu yang ditakdirkan untuk bersinar di seluruh dunia dengan kebesaran dan kemuliaan. Mahkota ini dirancang oleh Beauty Star (Beauty Gems).[16]