Jabatan Lord Chancellor dapat ditelusuri aslinya era monarki Carolingian, dalam yang mana seorang kanselir bertindak untuk menjaga segel kerajaan. Di Inggris, jabatan ini tercatat sudah ada sejak lama, lebih tepatnya sejak era Penaklukan Norman di tahun 1066 dan kemungkinan besar lebih lama dari pada itu. Beberapa ahli menyatakan bahwa kanselir pertama di Inggris adalah Angmendus di tahun 605. Sumber lain menyatakan bahwa orang pertama yang mengangkat seorang kanselir adalah Raja Edward sang Pengaku yang menyatakan bahwa telah menerapkan praktik untuk menyegel dokumen dibanding untuk menandatangani dokumen itu sendiri. Seorang ajudan Edwardm Regenbad dalam beberapa catatan dokumen telah dinamakan sebagai Kanselir dalam pemerintahan Edward.[2] Dalam setiap peristiwa-peristiwa sejarah yang telah berlangsung setelah Penaklukan Norman, jabatan Kanselir selalu diisi[butuh rujukan]. Staf-staf dari kekanseliran menjadi terpisah dari Rumah Tangga Raja di bawah Raja Henry III diabad ke 14.[3] Kanselir pada zaman tersebut mengepalai chancerry[4].
Dulunya, para Lord Chancellor selalu berasal dari kalangan agamawan, sebagaimana yang terjadi di abad pertengahan di mana para kaum agamawan selalu dianggap kaum yang terpelajar dizamannya. Lord Chancellor melaksanakan berbagai tugas — menjadi penjaga segel utama, ketua kapelan kerajaan dan penasihat dibidang jasmani dan rohani— oleh karena itu jabatan Lord Chancellor dipandang sebagai salah satu jabatan penting dalam pemerintahan.
Referensi
↑The title can be pluralised 'Lord Chancellors' or 'Lords Chancellor'. The former is more common and is used for consistency throughout the article. See Gardner, B., (2001), A dictionary of modern legal usage, Oxford University Press, p. 538.
↑Great Britain. Public Record Office. (1963). Guide to the Contents of the Public Record Office. Volume One. London: Her Majesty's Stationery Office. p. 7
Campbell, John (1878), Lives of the Lord Chancellors and Keepers of the Great Seal of England From the Earliest Times Till the Reign of Queen Victoria, 7th ed. London: John Murray.