Namun, tidak hanya para calon penumpang saja yang boleh berkunjung di sini, masyarakat umum yang tidak naik kereta api atau bertiket pun boleh berkunjung di sini. Oleh karena itu, Loko Cafe ditempatkan di luar area pengecekan boarding pass agar dapat mengakomodir masyarakat yang sedang tidak akan naik kereta api pada saat itu.
Uniknya, desain daftar menu Loko Cafe ini mirip seperti koran, daftar harganya pun diredenominasi dan digantikan dengan huruf K atau kilo di belakang angkanya, seperti 25.000 jadi 25K.
Pada masa pandemi penyakit koronavirus 2019 yang mewabah di Indonesia sejak Maret 2020, Loko Cafe juga menjual makanan kereta api yang selama ini dijual di kereta makan seperti Nasi Goreng Parahyangan, Nasi Rames Nusantara, Bistik Legend, serta menu khas kereta api lainnya sebagai pilihan menu untuk layanan delivery-nya, di samping menu yang selama ini sudah ada.
Lokasi
Dikarenakan kafe ini masih baru dibuka. Loko Cafe ini masih membuka cabangnya di empat kota saja dan semuanya berada di dalam stasiun besar di PulauJawa, seperti:
Khusus untuk di Stasiun Poncol, hanya untuk melayani layanan express. Dalam perkembangan ke depannya, maka diharapkan kafe ini membuka cabangnya di setiap stasiun besar, terutama di seluruh kota yang ada di PulauJawa dan Pulau Sumatra.