Loceret adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Nganjuk, ProvinsiJawa Timur, Indonesia dengan pusat kecamatan di Desa Loceret. Wilayah Loceret memanjang dari utara yang berbatasan dengan kawasan perkotaan Nganjuk tepatnya di Desa Sukorejo dan Tanjungrejo hingga ke selatan di Gunung Wilis tepatnya di Desa Bajulan. Kecamatan Loceret cukup strategis karena dilewati jalan provinsi yang menghubungkan Kediri dengan Nganjuk Kota.[1][2][3]
Candi Lor di Loceret adalah tempat ditemukannya Prasasti Anjuk Ladang yang dijadikan sumber referensi untuk Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Nganjuk.[4] Kecamatan Loceret adalah tempat kelahiran tokoh pergerakan nasional Soetomo, tepatnya di Desa Ngepeh.[5] Wilayah Bajulan di kaki Pegunungan Wilis pernah menjadi lokasi gerilya Jenderal Soedirman melawan Belanda dan sekarang diabadikan dalam sebuah monumen.[6]
Etimologi
Nama kecamatan Loceret diambil dari Desa Loceret yang menjadi pusat pemerintahan kecamatan ini. Loceret berasal dari dua kata yaitu "Lo" dan "Ceret". Lo atau loa merupakan nama pohon sedangkan ceret adalah guci wadah air minum. Dalam cerita warga lokal, konon dahulu ada pengembara yang membawa ceret dan kemudian berteduh di bawah pohon lo karena kelelahan.[7]
Geografi
Peta Loceret
Geografi Loceret memanjang dari utara yang berbatasan dengan Kecamatan Nganjuk hingga ke selatan di lereng Gunung Wilis. Desa paling utara adalah Tanjungrejo dan Nglaban sedangkan desa paling selatan adalah Bajulan dan di ujung desa tersebut terdapat wisata Roro Kuning. Batas wilayah Kecamatan Loceret adalah:
Pondok Pesantren Mojosari di Desa Ngepeh yang juga mengelola dua perguruan tinggi yaitu Institut Teknologi Mojosari (ITM) dan STAI KH. Zainuddin Mojosari (STAIZ)
Sekolah Tinggi Teologi (STT) Abdi Gusti, sebuah perguruan tinggi kekristenan di Desa Bajulan
Kampung Adat Dusun Curik dan Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis di Desa Bajulan, sebuah kampung adat dengan penduduk mayoritas Hindu.[24]