Liu Zhenli (刘振立code: zh is deprecated ; lahir Agustus 1964 di Provinsi Hebei, China) adalah seorang jenderal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Republik Rakyat Tiongkok yang sejak **Oktober 2022** menjabat sebagai **Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat (Chief of the Joint Staff Department of the Central Military Commission)**. Ia merupakan salah satu komandan militer teratas yang bertanggung jawab atas perencanaan operasi gabungan dan komando strategis militer Tiongkok.[2]
Karier militer
Liu Zhenli bergabung dengan People's Liberation Army pada September 1983 dan menjadi anggota Partai Komunis Tiongkok pada April 1984. Ia meraih pendidikan militer di akademi pertahanan nasional PLA dan kemudian menjalani serangkaian penugasan tingkat staf dan komando di unit-unit darat. Ia memiliki pengalaman tempur pada konflik perbatasan dengan Vietnam pada 1980-an dan kemudian naik pangkat melalui jabatan-jabatan staf utama dan komandan korps. Sebelum diangkat ke kepemimpinan staf gabungan, ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf dan kemudian Panglima Angkatan Darat PLA (PLA Army).[3][4]
Kepala Staf Gabungan CMC
Liu diangkat sebagai **Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat (CMC)** pada **Oktober 2022**, menggantikan Jenderal Li Zuocheng di posisi tersebut setelah Kongres Partai Komunis Tiongkok ke-20. Ia memimpin organ perencanaan strategis dan komando operasional tertinggi PLA yang fokus pada integrasi operasi lintas angkatan dan kampanye militer modern. Posisi ini menjadikannya salah satu pejabat militer profesional paling berpengaruh di Tiongkok.[5][6]
Peran dan tanggung jawab
Sebagai Kepala Staf Gabungan CMC, Liu bertanggung jawab atas fungsi-fungsi:
Perencanaan operasi gabungan dan strategi militer PLA;
Mengkoordinasikan komando dan pengawasan antara komando teater dan layanan-layanan militer;
Menyusun rencana kesiapan tempur serta latihan gabungan;
Memberikan dukungan intelijen strategis untuk pengambilan keputusan CMC. [7]
Aktivitas internasional
Di bawah kepemimpinannya, Liu telah terlibat dalam kunjungan resmi militer ke luar negeri serta pertemuan tingkat tinggi dengan mitra militer asing, termasuk kunjungan kehormatan ke Jakarta, Indonesia, untuk membahas kerja sama militer dan latihan bersama dengan Angkatan Bersenjata Indonesia pada Januari 2025. [8]