2014
16 tim komunitas yang disaring lewat 16 video penampilan stand up dari tim komunitas yang terpilih akan unjuk kemampuan di putaran final di Jakarta. Babak ini menggunakan sistem knock out seperti dalam pertandingan sepak bola. Di mana setiap minggu nya akan ada 2 tim komunitas yang berhadapan untuk membawakan materi komedi dalam satu tema yang mampu memukau juri dan penonton. Tim yang kalah harus tereliminasi dan tim yang menang melaju ke fase selanjutnya. Putaran final dibagi jadi lima, yaitu penyisihan (16 besar), babak 8 besar, babak 4 besar, perebutan tempat ketiga, dan grand final.
Dalam sebuah laga yang mempertemukan dua tim komunitas, ada 4 fase yang akan dilalui. Keempat fase tersebut adalah head to head, team battle, medley, dan penilaian akhir.
Head to Head
Pada fase ini, masing-masing komika dari satu tim komunitas diberi kesempatan untuk tampil secara individu di depan juri dan penonton dalam satu tema. setiap satu komika yang tampil diberi waktu penampilan selama 5 menit, yang nantinya akan diberi komentar oleh 4 orang juri setelah penampilannya selesai. Karena ada dua tim yang tampil maka penampilannya dilakukan secara selang-seling untuk tiap komika dari dua tim komunitas. Total penampilan ada 8 komika yang dikelompokkan menjadi 4 laga head to head atau versus. Contohnya pada laga SUI Bogor melawan SUI Jogja, urutan penampilan komikanya: Koide (Bogor), Gigih (Jogja), Bakri (Bogor), Syangit (Jogja), Fazar (Bogor), Sam (Jogja), Fajar (Bogor), dan Imam (Jogja). Maka jika dikelompokkan menjadi 4 laga head to head yaitu: Koide vs Gigih, Bakri vs Syangit, Fazar vs Sam, dan Fajar vs Imam.[4]
Team Battle
Pada fase ini, kedua tim komunitas bertanding secara langsung. Masing-masing komika diberikan satu kata kunci yang mewakili tema laga lalu melakukan mini stand up. Ada 4 kata kunci yang diberikan yang artinya tiap dua komika yang berbeda tim mendapat satu kata yang sama. Penampilan kembali dilakukan secara individu dan selang-seling. Ketika komika dari satu tim melakukan mini stand up, tim yang lain bertindak sebagai heckler, yaitu berupaya memecah konsentrasi lawan yang sedang melakukan mini stand up dengan cara yang sudah ditentukan dan tidak boleh melakukan tipe gangguan yang sama terus menerus. Tim yang diganggu komikanya oleh tim lain harus membalas heckling yang dilakukan tim lawan agar anggota tim yang sedang stand up kembali konsentrasi menyampaikan materi singkatnya. Juri akan menilai tim dari sisi penyampaian materi, tim yang sukses melakukan heckling, dan tim yang mampu menangani heckling tim lawan dengan baik.
Medley
Pada fase ini, tim komunitas melakukan mini stand up sesuai tema yang diberikan, di mana setiap satu komika selesai menyampaikan sebuah bit singkat harus segera disambung oleh komika temannya sehingga pada akhirnya terbentuk sebuah cerita mini bersambung dari bit materi yang diberikan keempat komika dalam satu tim. Juri akan menilai masing-masing tim dari segi hubungan setiap materi yang disampaikan apakah memiliki atau kurang memiliki relasi dari setiap materi. Fase ini hanya dilakukan pada saat babak penyisihan dan grand final.
Penilaian Akhir
Setelah tiga fase utama selesai, maka dilakukan penilaian akhir oleh para juri dengan kriteria penilaian sebagai berikut:
- Babak head to head, bagi komika yang berhasil akan diberikan nilai 1 dan yang kalah mendapat 0, dan jika seri masing-masing komika mendapat nilai 1. Total nilai 4 untuk tim jika semua komikanya tampil baik dan maksimal.
- Babak team battle, heckler terbaik mendapat nilai 1 serta pembalas heckler terbaik juga mendapat nilai 1. Total nilai 2 untuk tim jika berhasil dalam dua kategori tersebut.
- Babak medley, sama seperti head to head bagi tim yang berhasil akan diberikan nilai 1.
- Apabila terjadi hasil seri, maka penilaian ditentukan melalui penilaian keempat juri secara individu maksimal nilai yang diberikan adalah 2.
Total keseluruhan nilai untuk satu tim adalah 9 untuk babak 16 besar dan grand final, dan 8 untuk babak 8 besar dan 4 besar apabila tim tersebut bisa memenangkan semua kriteria penilaian.