Liga Champions Bola Voli Putra AVC adalah sebuah kejuaraan antarklub bola voli tahunan yang diselenggarakan oleh Konfederasi Bola Voli Asia (AVC), dan diikuti oleh klub-klub voli divisi teratas Asia dan Oseania. Kejuaraan ini adalah yang paling bergengsi di perbolavolian Asia dan Oseania dengandimainkan oleh juara liga bola voli nasional (dan, untuk beberapa negara, satu atau lebih runner-up) dari federasi nasional mereka.
Diperkenalkan pada tahun 1999 sebagai Turnamen Piala Antarklub Bola Voli Putra AVC, kompetisi ini berganti nama menjadi Kejuaraan Bola Voli Klub Putra Asia pada tahun 2004. Kemudian, turnamen berganti nama lagi pada tahun 2025 menjadi nama saat ini.
Meskipun namanya menyiratkan format liga, kompetisi ini disusun dengan konsep turnamen yang menampilkan 12 klub bola voli teratas dari seluruh Asia dan Oseania. Juara dan runner-up kompetisi ini berhak lolos ke Kejuaraan DuniaAntarklub Bola Voli Putra FIVB yang bergengsi.[1]
Klub paling sukses dalam kompetisi ini adalah Paykan Tehran dengan total delapan gelar. Tim-tim Iran telah mendominasi turnamen dengan memenangkan 17 kali, terbanyak dari semua negara yang kompetisi. Klub asal IndonesiaJakarta Bhayangkara Presisi menjadi juara terkini kompetisi ini setelah mengakahkan klub Iran Foolad Sirjan Iranian (3–0) pada partai final musim 2026.
Sejarah
Kompetisi ini dimulai pada tahun 1999 ketika Konfederasi Bola Voli Asia (AVC) mengumumkan pembentukan kejuaraan klub putra dan putri resmi pertama, yang akan diadakan di bawah supervisinya.[2][3] Turnamen ini awalnya dikenal sebagai Turnamen Piala Antarklub Bola Voli Putra AVC untuk empat edisi pertamanya, sebelum diubah namanya menjadi Kejuaraan Antarklub Bola Voli Putra Asia pada tahun 2004.
Edisi perdana dimainkan dalam sistem setengah kompetisi. Dari tahun 2000 hingga 2004, kompetisi ini mengadopsi sistem dua putaran: putaran pendahuluan (yang menampilkan putaran grup, dari mana empat tim teratas maju) diikuti oleh putaran final (terdiri dari semi-final dan final). Pada tahun 2005, turnamen kembali ke format round-robin. Antara tahun 2006 dan 2009, sekali lagi menampilkan dua putaran: putaran pendahuluan dan final. Saat ini, turnamen ini mengikuti format yang mirip dengan edisi 2006–2009, tetapi tahap final sekarang mencakup perempat final, semifinal, dan final.
Sejak edisi 2025, turnamen ini kembali berubah nama menjadi Liga Champions Bola Voli Putra AVC.[4][5]
Metode kompetisi
Kualifikasi
Kejuaraan ini diikuti maksimal 12 tim, dengan negara tuan rumah otomatis lolos. Negara tuan rumah diperbolehkan menurunkan hingga dua tim dalam kompetisi ini.[4][6] Other teams will qualify through the designated qualification pathway established for that particular year.
Sejk edisi 2025, semua peserta yang mengikuti kompetisi berstatus sebagai undangan dari konfederasi.[7]
Babak final
Turnamen ini terdiri dari dua babak: babak penyisihan (fase grup) dan babak final (fase gugur). Selama babak penyisihan, 12 tim yang lolos kualifikasi dibagi menjadi empat grup—berlabel A hingga D—masing-masing berisi tiga tim. Di dalam setiap grup, tim-tim berkompetisi dalam format round-robin, dengan setiap tim bermain melawan dua tim lainnya sekali. Setelah fase grup, dua tim terbaik dari setiap grup maju ke babak final, yang meliputi perempat final, semifinal, dan pertandingan final.[7][8]
Hadiah
Empat tim yang lolos ke babak semifinal akan mendapatkan hadiah total lima puluh ribu Dolar Amerika Serikat oleh Konfederasi Bola Voli Asia (AVC).[7][8] Hadiah ini menjadi yang pertama dicetuskan konfederasi pada sebuah kejuaraan AVC sejak dimumkan apda tahun 2025.