Foto Batavia pada tahun 1875 (setahun sebelum Lie diangkat menjadi Kapitan Cina)
Lie Tjoe Hong Sia lahir pada tahun 1846 di Batavia pada keluarga Lie dari Pasilian, sebuah keluarga tuan tanah dari 'Tjabang Atas' yang sejumlah anggotanya pernah menjadi pejabat Cina.[2][3][4] Ayahnya, Lie Pek Thaij (1809 - 1848), dulu adalah seorang Kapitan Cina kehormatan, sementara kakeknya, Lie Tiang Ko (1786 - 1855) adalah Letnan-tituler Cina (1847 - 1850), dan kemudian Kapitan-tituler Cina (1850 - 1855) di bawah Tan Eng Goan, Mayor Cina Batavia pertama.[3][4] Dua orang pamannya, yakni Lie Pek Tjiat dan Lie Pek Tat, juga merupakan pejabat Cina.[3][4]
Lie mendapat gelar 'Sia', karena merupakan keturunan dari pejabat Cina.[5] Karier birokrasi Lie dimulai saat ia ditunjuk sebagai Letnan Cina Lonthar Tanara di Banten mulai tahun 1866 hingga 1869.[3][4]
Mulai tahun 1872 hingga 1876, Lie menjabat sebagai Letnan Cina Batavia di bawah Tan Tjoen Tiat, Mayor Cina Batavia kedua.[1][3][4] Lie Tjoe Hong lalu diangkat menjadi Kapitan Cina mulai tahun 1876 hingga 1879.[3] Saat Mayor Tan Tjoen Tiat pensiun, Lie ditunjuk oleh pemerintah Hindia Belanda untuk menggantikan Tan sebagai Mayor Cina Batavia.[1][2][3][4]
Pada bulan Februari 1891, karena telah menjadi pejabat Cina selama lebih dari 20 tahun, Lie mendapat penghargaan Gold Medal of the Star for Loyalty and Merit.[1] Mayor Lie Tjoe Hong kemudian mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 20 Juli 1896.[4]
Lie akhirnya meninggal enam hari setelah mengundurkan diri, dan dimakamkan di Grogol, Batavia.[3][4]
Anaknya, Kapitan Lie Tjian Tjoen (1886 - 1964), lalu juga menjadi pejabat Cina dan menjadi anggota dari Dewan Cina.[6] Menantunya, Ny. Kapitein Lie Tjian Tjoen (lahir dengan nama Aw Tjoei Lan), adalah seorang filantropis dan pendiri dari organisasi amal Ati Soetji.[6] Menantunya yang lain, Hok Hoei Kan (1881 - 1951), merupakan politikus dari Chung Hwa Hui (CHH) pada paruh pertama abad ke-20, dan pernah menjadi anggota Volksraad.[7]