Lenna Krasner atau dikenal juga dengan nama tengah Lenore "Lee" Krasner27 Oktober 1978–19 Juni 1984 adalah seorang pelukis abstrak ekspresionis, yang dikenal luas sebagai istri dari Jackson Pollock. Hubungan mereka sebagai pasangan suami-istri terlihat dari pengaruh masing-masing kepada karya pasangannya.[1]
Selain pengaruhnya kepada Polloc, Lee Krasner juga dikenal atas pengaruhnya atas dunia lukis abad 20 dengan memperkenalkan transisi ke lukisan abstrak. Lukisan-lukisannya dijual dengan harga tinggi. Ia juga termasuk salah satu dari sedikit perempuan yang bisa masuk ke Museum of Modern Art.[1]
Keluarga
Krasner lahir pada 27 Oktober 1908 di Brooklyn, New York sebagai anak keempat dari lima bersaudara, dari pasangan Joseph Krasner dan Chane Krasner. Ia memiliki darah imigran Rusia-Yahudi dari daerah Shpykiv, atau kini dikenal sebagai Ukraina. Orang tuanya melarikan diri dari Ukraina untuk menghindari perlakuan anti semit saat bergejolaknya perang Rusia dan Jepang. Saat sampai di Amerika Serikat, Chane mengganti namanya menjadi Anna.[2]
Pendidikan
Sejak awal Krasner memang bercita-cita menjadi seniman. Ia sudah mulai melukis sejak berumur belasan tagun. Ia sengaja masuk Washington Irving High School karena memang menyediakan kelas khusus untuk seni. Setelah lulus, ia masuk ke Women's Art School of Cooper Union dengan beasiswa. Di sana, ia mengikuti pendidikan untuk mengajar seni. Ia melanjutkan lagi ke National Academy of Design pada 1928 dan lulus tahun 1932.[2][3]
Dengan mengikuti pendidikan seni, ia bisa mendapatkan teknik lukisan lama, sekaligus sanggup menggambar dan melukis anatomi secara sempurna. Sayangnya hanya sedikit gambar maupun lukisan yang tersisa dari periode ini, karena banyak yang sudah dilahap api. Salah satu yang terkenal adalah lukisan "Self Potrait" miliknya pada tahun 1930 di Metropolitan Museum of Art. Ia berusaha memperlihatkan karyanya tersebut untuk mendapat pembiayaan mengikuti kelas tertentu, tetapi para juri tak peraya ia melukisnya di alam terbuka. Ia sebelumnya sempat mengikuti kelas di Art Students League of New York pada tahun 1928 dan belajar langsung kepada George Bridgman.
Lee sangat terpengaruh oleh momen dibukanya Museum of Modern Art pada tahun 1929. Ia mulai tertarik kepada gaya impresionisme dan kritis terhadap National Academy. Mulai tahun 1930, ia mempelajari seni modern dan berusaha memahami komposisi, teknik, serta teori-teorinya. Ia mulai belajar dari Hans Hofmann pada tahun 1937. Lukisannya mulai banyak memperlihatkan bentuk datar dua dimensi dari alam dan menggunakan gradasi warna untuk menciptakan kesan ruang yang tidak banyak ia pelajari dari gaya lukis realisme yang sebelumnya ia tekuni. Melalui kelas Hoffman, ia mengembangkan gaya neo kubisme. Ia cenderung melukiskan tubuh telanjang wanita dalam bentuk geometris dan difragmentasi dengan perbedaan gelap-terang. Gaya fauvisme dalam lukisan-lukisan still life buatan Krasner terlihat memengaruhinya dalam pemilihan warna, dengan kekhasan membuat warna-warna terang di atas putih.
Hoofman cenderung kejam dalam memberikan penilaian. Namun suatu ketika, pada akhirnya ia memuji karya Lee Krasner, "Lukisan ini bagus. Kau tidak akan tahu kalau ini dibuat oleh seorang perempuan." Piet Mondrian juga pernah memujinya, "Kau punya ritme dari dalam yang kuat sekali. Pertahankan!"
Karier
Pelukis mural dan pembuat kolase
Setelah keluar dari kelas Hofmann, ia mulai bekerja sebagai pelayan di rumah makan. Namun ini tidak mencukupi, apalagi saat itu Amerika Serikat sedang dilanda depresi besar. Ia lalu bergabung dengan Works Progress Administration's Federal Art Project, tetapi kemudian tidak menikmati pekerjaan yang diberikan, meniru lukisan pelukis terkenal untuk dibuat mural, sebagai asisten dari Max Spivak. Ia mulai membuat karya abstraknya sendiri dengan harapan suatu saat diizinkan untuk membuat mural karyanya sendiri.
Proposalnya sempat diterima, tetapi Amerika Serikat kemudian memasuki era perang dunia dan semua karya seni yang dibiayai pemerintah harus memenuhi kepentingan propaganda. Lee Krasner berusaha bertahan dengan pekerjaan membuat kolase untuk propaganda perang di pusat-pusat perbelanjaan di Brooklyn. Ia sempat bergabung di Serikat Pekerja Seni tetapi langsung keluar karena tidak nyaman bergabung dengan orang-orang komunis, walaupun serikat ini berjasa memperbesar jaringan pertemanannya.
Pelukis abstrak
Krasner terkenal dengan lukisan-lukisan abstrak kubisnya. Namun ia tidak nyaman dengan lukisan yang diciptakan pada masa belajar dengan Hoffman, yang mewajibkan ia mengembangkan bentuk geometri dari tubuh manusia atau benda-benda di sekitar. Ini membuat kreativitas dan ekspresinya terkendala karena terlalu banyak menganalisis. Ia juga menyebut lukisan-lukisan dari era tersebut sebagai "kumpulan lempengan keabuan", karena bercampurnya terlalu banyak warna sehingga menjadi agak keabuan.
Karena bencinya, ia membakar banyak lukisan dari periode tersebut dan hanya satu yang tersisa. Ia mulai tertarik dengan pengaruh lukisan Jackson Pollock yang warnanya lebih cerah.
Karyanya yang banyak dikenal hingga kini datang dari tahun-tahun setelah 1946. Ia banyak dikenal karena karya mosaik, bentuk jejaring, dan bentuk-bentuk menyerupai hieroglif. Bentuk jejaring dalam beberapa lukisannya berasal dari percikan cat dari jarak dekat. Ini membuat banyak orang berpendapat bahwa pada masa inilah Krasner mulai terpengaruh oleh Pollock.
Di antara seniman yang bergerak dalam lingkaran Pollock selama tahun-tahun di New York adalah Joseph Glasco, seorang pelukis figuratif dari Texas yang tiba di kota itu pada akhir 1940-an. Perkenalan Glasco dengan lingkungan Ekspresionisme Abstrak sebagian terjadi melalui Alfonso Ossorio, seniman dan kolektor Filipino-Amerika yang berperan sebagai jembatan penting antara Pollock, Lee Krasner, dan generasi pelukis yang lebih muda. Kediaman Ossorio di East Hampton, The Creeks, berfungsi sebagai titik pertemuan informal bagi para seniman yang mengorbit New York School, dan dalam jaringan inilah Glasco membangun koneksi yang akan membentuk karya dewasanya.
Periode Little Images
Tahun 1946, Krasner mulai membuat seri lukisan "Little Images". Ia mulai membuat bentuk-bentuk mosaik, jejaring, dan bentuk yang menyerupai hieroglif. Ada sekitar 40 lukisan yang ia buat hingga 1949. Lukisan mosaiknya dibuat dari goresan cat yang tebal, sementara lukisan dengan bentuk jejaring dibuat dari cipratan cat encer dari jarak dekat. Banyak kritikus seni menganggap lukisan seperti ini adalah awal dimulainya pengaruh Pollock dalam lukisan Lee Krasner. Sementara bentuk-bentuk mirip hieroglif yang ia ciptakan, berasal dari imajinasi Krasner sendiri yang tak bisa dibaca orang lain. Lukisan-lukisan mirip hieroglif ini banyak menggunakan teknik impasto yang menggunakan cat tebal. Kebanyakan lukisan dari periode ini berukuran kecil, karena ia bekerja di dalam studio.
12Anne M Wagner. Three Artists (three Women): Modernism and the Art of Hesse, Krasner, and O'Keeffe. (Berkeley: University of California, 1996.) p. 107
↑Rose, Barbara. Lee Krasner: A Retrospective. New York: The Museum of Modern Art, 1983. pg. 13.