Lanskap Budaya Seni Batu GobustanPetrografi Gobustan
Lanskap Budaya Seni Batu Gobustan adalah situs sejarah di Azerbaijan yang terdiri atas kumpulan besar petroglif (ukiran batu purba) yang merefleksikan flora, fauna, praktik berburu, struktur sosial, dan ekspresi budaya masyarakat manusia dari masa prasejarah hingga abad pertengahan.[1] Ukiran-ukiran ini menampilkan gambaran rinci tentang figur antropomorfis seperti pembawa tombak dan adegan tarian ritual, serta beragam spesies hewan, pertunjukan adu banteng, kafilah unta, dan simbol-simbol langit seperti matahari serta bintang-bintang lainnya. Diperkirakan berasal dari sekitar 5.000 hingga 20.000 tahun yang lalu, karya seni batu ini memberikan wawasan mendalam mengenai kehidupan spiritual dan aktivitas sehari-hari manusia awal di wilayah tersebut.[2] Situs ini diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO dan merupakan bagian dari Cagar Sejarah dan Budaya Negara Gobustan, yang melindungi peninggalan arkeologis, budaya, dan alam.
Ukiran Batu dan Petroglif
Lanskap Budaya Seni Batu Gobustan mencerminkan sejarah perkembangan manusia di wilayah Eurasia dari era Paleolitik Atas hingga Abad Pertengahan.[3] Situs ini terletak di ujung tenggara pegunungan Greater Caucasus, sekitar 70km barat daya pusat kota Baku, dan mencakup area seluas 537 hektar.[4]
Wilayah yang dilindungi ini terdiri atas tiga dataran berbatu di zona semi-kering Azerbaijan tengah dan berisi lebih dari 6.000 petroglif yang diukir pada lebih dari 1.000 permukaan batu, menggambarkan 40.000 tahun sejarah seni batu.[5] Selain itu, selama penggalian arkeologis ditemukan 104 batu kecil berukir yang tersebar pada berbagai lapisan stratigrafi.[3]
Beberapa petroglif di Gobustan yang berasal dari sekitar 5.000–8.000 tahun yang lalu menggambarkan kapal panjang yang menyerupai kapal Viking.[6] Kehadiran gambar kapal-kapal ini menunjukkan adanya kemungkinan hubungan budaya atau interaksi maritim antara penduduk wilayah ini dengan masyarakat di kawasan Mediterania dan Eropa lainnya.[7]
Di kawasan Gobustan, pegunungan Jingirdag, Boyukdash, dan Kichikdash, serta Bukit Yazili, mengandung berbagai bentuk seni batu purba. Sebagian besar ukiran terkonsentrasi di permukaan atas Boyukdash dan Kichikdash, yang diperkirakan berasal dari 3.000–4.000 tahun yang lalu dan banyak menggambarkan adegan perburuan. Figur manusia seperti penari, pemburu, dan pria yang mengenakan helm bergaya tropis, serta hewan seperti rusa dan kambing, banyak ditemukan di permukaan batu yang terlindung dari paparan langsung cuaca.[8]
Gambaran hewan pada batu-batu di Gobustan bervariasi sesuai dengan perubahan iklim dan periode sejarahnya. Pada masa Pleistosen, hewan buruan besar seperti banteng liar (aurochs) dan kuda liar mendominasi, sementara pada periode Holosen, gambar yang muncul lebih sering menampilkan rusa, babi hutan, dan burung, menyesuaikan dengan perubahan lingkungan awal Holosen.[3] Gambar-gambar rusa, kambing, dan ternak yang berasal dari abad ke-12 hingga ke-8 SM mencerminkan periode Neolitik di Gobustan.[9] Salah satu batu di kawasan ini memuat prasasti berbahasa Latin yang berasal dari masa pemerintahan Kaisar Romawi Domitian (81–96 M), menandakan keberadaan sementara Legiun Romawi XII Fulminata di pesisir Laut Kaspia. Peninggalan lain dari masa kuno adalah Gaval Dash, yaitu batu tamborin prasejarah yang digunakan sebagai alat musik perkusi.[6]
↑Coimbra, Fernando; Dimitriadis, George; International Union of Prehistoric and Protohistoric Sciences, ed. (2008). Cognitive archaeology as symbolic archaeology. BAR international series. Oxford: Archaeopress. ISBN978-1-4073-0179-2.
↑Liberman, Sherri (2004), A historical atlas of Azerbaijan, Rosen Pub. Group, ISBN978-0-8239-4497-2
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.