Biru, Amanda, dan Tomtim tiga sahabat dari kecil yang sama-sama duduk di kelas 1 sekolah menengah pertama dan tinggal berdekatan dalam satu kompleks perumahan.
Biru, anak tunggal dari Daniel, yang berprofesi sebagai pilot. Biru adalah anak yang mandiri, aktif, cantik, agak tomboy, pintar, tetapi agak emosional. Sang mama meninggal ketika Biru berusia 7 tahun. Jadwal terbang yang padat menyebabkan hubungan dan komunikasi antara Daniel dan Biru menjadi tidak mulus, ditambah lagi Daniel agak clueless mengenai cara menghadapi anaknya yang beranjak remaja.
Amanda, adalah anak pertama dari pasangan Henry dan Julie, dengan seorang adik bernama Brandon. Keluarga ini harmonis dan bahagia dengan keunikannya masing-masing.
Julie, sang mama, sangat melibatkan kehidupan kedua anaknya, sehingga kadang-kadang bisa terkesan cerewet namun lucu. Amanda adalah anak yang cantik, manis, lembut tetapi juga aktif. Adiknya Brandon sangat jago berdansa meskipun masih kecil. Rumah mereka adalah tempat berkumpul anak-anak untuk belajar dan bermain bersama karena suasana yang selalu hangat dan hidup di rumah ini.
Tomtim, yang badannya paling besar di antara mereka bertiga karena secara usia sebenarnya Tomtim lebih tua (pernah tinggal kelas) adalah anak tunggal dari Mama Rita yang memiliki kesulitan belajar. Keadaan Tomtim yang istimewa ini membuatnya sering kali menjadi target sasaran beberapa anak nakal di sekolah. Bruno, adalah salah satu anak yang suka nge-bully Tomtim di sekolah bersama dengan teman-temannya yaitu Jason, Samuel, dan Erlangga.
Konflik memuncak karena kekesalan Biru atas perilaku Bruno yang tidak pernah tertangkap basah oleh guru. Akhirnya mereka merancang sebuah misi khusus untuk mengungkap kenakalan Bruno. Namun, ternyata fakta yang mereka kumpulkan mengarahkan mereka kepada suatu kenyataan yang lain.[1]