Lampukarcel ditemukan pada tahun 1800 oleh Bertrand Guillaume Carcel, seorang pembuat jam asal Perancis. Lampu ini dirancang untuk mengatasi kekurangan pada lampu Argand, yang pada masa itu menjadi salah satu jenis lampu minyak yang paling banyak digunakan. Lampu Argand memiliki sistem pengisian minyak berbasis gravitasi, di mana minyak diletakkan di atas burner dan mengalir ke sumbu menggunakan gaya gravitasi. Namun, sistem ini memiliki beberapa masalah, ketika minyak yang lebih kental seperti minyak kolza akan sulit mengalir ke sumbu, selain itu desain yang berat di bagian atas membuat lampu menjadi tidak stabil.[1][2]
Mekanisme
Carcel merancang lampu dengan meletakkan wadah minyak di bawah burner dan menggunakan mekanisme jam otomatis untuk memompa minyak ke atas ke sumbu. Mekanisme ini berfungsi secara otomatis, dengan cara diputar melalui kunci yang ada di dasar lampu. Teknologi ini memungkinkan lampu Carcel menyala dengan waktu yang jauh lebih lama dibandingkan lampu-lampu minyak lainnya pada masa itu. Salah satu inovasi dari lampu ini adalah kemampuannya untuk memanfaatkan minyak hingga tetes terakhir, mengurangi pemborosan bahan bakar.[3]
Selain itu, sistem pemompaan ini juga memastikan bahwa minyak mengalir lebih banyak dari yang dibutuhkan untuk pembakaran, sehingga sedikit minyak meluap ke atas sumbu dan mendinginkan burner. Dengan cara ini, lampu tetap efisien dan aman, menghindari risiko panas berlebih yang sering terjadi pada lampu minyak biasa. Keunggulan lainnya adalah kecerahan yang lebih stabil dan dapat menyinari area yang lebih luas, membuat lampu Carcel sangat cocok untuk ruang besar, seperti ruang tamu atau aula.[4][5]
Masalah
Desain lampu yang rumit dan penggunaan mekanisme jam membuat lampu ini sangat mahal untuk diproduksi dan dirawat. Jika lampu mengalami kerusakan, perbaikan hanya dapat dilakukan di pabrik pembuatnya, sehingga menyebabkan biaya pemeliharaan yang tinggi. Hal ini menyebabkan lampu Carcel lebih banyak digunakan oleh kalangan kaya di kota-kota besar Eropa, sementara masyarakat umum kesulitan mengaksesnya.[6] Pada tahun 1829, lampu Moderator diciptakan sebagai alternatif. Lampu ini menggunakan sistem piston berbobot untuk mengalirkan minyak tanpa memerlukan mekanisme jam yang kompleks, menjadikannya lebih murah dan lebih mudah dirawat.[7]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.