Lamia Al-Gailani Werr (Arabic: لمياء الكيلاني) (8 Maret 1938 – 18 Januari 2019) adalah seorang arkeolog asal Irak yang mengkhususkan diri dalam antiquitas Mesopotamia Kuno.
Al-Gailani lahir di Baghdad dan menyelesaikan pendidikannya di Irak serta Britania Raya. Studi doktoralnya mengenai segel silinderBabilonia Lama dianggap sebagai pencapaian penting dalam bidang tersebut. Berbasis di London, pada masa kariernya yang lebih lanjut, ia dikenal karena mempertahankan hubungan antara arkeologi Britania dan Irak selama rezim Saddam Hussein serta usahanya dalam pelestarian warisan budaya setelah Perang Irak. Ia terlibat secara aktif dalam rekonstruksi Museum Nasional Irak, tempat ia pernah bekerja sebagai kurator pada 1960-an, serta dalam pendirian Museum Basrah.
Pada tahun 2009, ia dianugerahi Gertrude Bell Memorial Gold Medal ke-5 oleh British Institute for the Study of Iraq.
Pendidikan dan Karier
Al-Gailani lahir di Baghdad pada 8 Maret 1938. Ia menempuh pendidikan di Universitas Baghdad selama satu tahun sebelum menyelesaikan gelar sarjananya di Universitas Cambridge.[1] Pada tahun 1961, ia mulai bekerja sebagai kurator di Museum Nasional Irak, institusi yang kemudian menjadi fokus utama dalam kariernya. Pada 1970-an, ia kembali ke Britania Raya untuk menyelesaikan gelar magister di Universitas Edinburgh, kemudian meraih gelar doktor di Institut Arkeologi UCL di London.[2][3][4]
Disertasi doktoralnya, yang dibimbing oleh Barbara Parker-Mallowan, merupakan kajian tentang segel silinderBabilonia Lama di Museum Irak. Karya ini diterbitkan setelah mengalami keterlambatan pada tahun 1988,[5] dan oleh Dominique Collon, kurator Antik Asia Barat di Museum Britania, dianggap sebagai pembahasan yang "ringkas dan informatif" serta menjadi model bagi studi-studi berikutnya.[6]
Setelah meraih gelar doktor pada 1977, Al-Gailani tetap tinggal di London sebagai peneliti kehormatan di Institut Arkeologi UCL dan peneliti di School of Oriental and African Studies (SOAS).[3][7][8] Ia sering kembali ke Irak untuk menjaga hubungan antara komunitas arkeologi Irak dan dunia akademik internasional selama pemerintahan Saddam Hussein.[3][4]
Pada tahun 1999, ia bersama Salim al-Alusi menulis buku The First Arabs, yang merupakan kajian populer dalam bahasa Arab mengenai arkeologi budaya Arab awal di Mesopotamia.[4] Sejak 2003, Al-Gailani berfokus pada pelestarian barang antik di Irak. Ia berperan dalam rekonstruksi Museum Nasional Irak setelah mengalami penjarahan dan kerusakan akibat invasi pimpinan Amerika Serikat pada 2003[4] serta sering memberikan komentar mengenai tantangan yang dihadapi oleh museum dan perlindungan warisan budaya di Irak pascaperang.[9][10][11][12]
Ia menjadi konsultan untuk Kementerian Kebudayaan Irak dan memainkan peran penting dalam pembukaan kembali Museum Irak pada 2015 serta pendirian Museum Basrah pada 2016.[3][4][7] Saat wafat pada 2019, Al-Gailani menjabat sebagai peneliti di Museum Metropolitan di New York, tempat ia sedang menulis buku tentang sejarah Museum Irak.[2][3]
Kehidupan Pribadi
Sebagai anggota keluarga terkemuka di Irak, Al-Gailani memiliki garis keturunan yang mencakup Abdul Qadir Gilani, pendiri tarekat Qadiriyah, serta Abd Al-Rahman Al-Gillani, perdana menteri pertama Irak. Orang tuanya adalah Ahmad Jamal Al-Din Al-Gailani dan Madiha Asif Mahmud Arif-Agha.[1]
Al-Gailani menikah dua kali. Suami pertamanya, Abd al-Rahman Al-Gailani, adalah seorang sejarawan Irak yang mengkaji arsitektur Islam. Suami keduanya adalah George Werr, seorang pengusaha Yordania yang meninggal pada tahun 2003.[1] Ia memiliki tiga putri: Noorah Al-Gailani, Azza Al-Gailani, dan Hesn Werr.[1] Pada tahun 2019, Noorah Al-Gailani menjabat sebagai Kurator Peradaban Islam di Museum Glasgow.[4]
Ia merupakan satu-satunya anggota kehormatan seumur hidup di British Institute for the Study of Iraq dan dianugerahi Gertrude Bell Memorial Gold Medal pada tahun 2009.[3]
1234567Porter MacIver, Joan; Collins, Paul (21 Januari 2019). "Dr Lamia Al Gailani Werr". The British Institute for the Study of Iraq. Diakses tanggal 18 Maret 2025.
↑Al-Gailani Werr, Lamia (1988). Studies in the Chronology and Regional Style of Old Babylonian Cylinder Seals. Bibliotheca Mesopotamica 23. Malibu: Undena.
↑Collon, Dominique (1991). "Review of Studies in the Chronology and Regional Style of Old Babylonian Cylinder Seals by Lamia al-Gailani Werr". Orientalia (Nova Series). 60 (4): 366–369. JSTOR43076036.