Lakhmid (bahasa Arab: اللخميون), Bani Lakhm (bahasa Arab: بنو لخم), Muntherids (bahasa Arab: المناذرة), adalah suku Kristen Arab yang tinggal di Irak Selatan, dan menjadikan al-Hirah sebagai ibu kota mereka pada tahun 266. Para penyair menggambarkannya sebagai "surga dunia". Seorang penyair Arab menggambarkan iklim kota yang menyenangkan serta keindahan kota tersebut sebagai berikut: "Satu hari di al-Hirah lebih baik daripada setahun perawatan".[1] Reruntuhan al-Hirah terletak sekitar 3 kilometer sebelah selatan Kufah, di pesisir barat Efrat. Keturunan mereka kini dikenal sebagai Mandharis, yang merupakan suku terkenal yang dianggap Syeh di Irak, Uni Emirat Arab, dan Kesultanan Oman; Abbabiyah, suku terkemuka lainnya di Yaman dan bagian selatan Kesultanan Oman; dan Na'amanis, suku Arab lainnya di Oman. Semua suku tersebut termasuk dalam Islam Ibadhi atau bisa juga Islam Sunni. Keturunan Lakhmid lainnya yang terkenal adalah keluarga kepangerananArslanDruze yang kuat.
Mundhir III bin Nu'man pernah mengalahkan pasukan Bizantium dengan menangkap jendralnya Timostratus dan Yohanes, hingga Kaisar Justin mengirim utusan perdamaian. Pada tahun 527 Mundhir III juga menyerang Emessa/Homs dan Antiokia lalu mengorbankan 400 biarawati untuk Tuhannya al-Uzza.[2]
↑Esat Ayyıldız, “Lahmîlerin Arap Edebiyatına Etkisi”, 2nd International Archeology, Art, History and Cultural Heritage Congress, ed. Kenan Beşaltı (Şanlıurfa: Iksad Yayınevi, 2022), 38-44.