atau aliran massa m melalui permukaan per satuan waktu t.
Overdot pada m menunjukkan notasi Newton untuk turunan waktu. Karena massa merupakan besaran skalar, laju alir massa juga besaran skalar. Perubahan massa adalah jumlah yang mengalir setelah melewati boundary selama waktu tertentu, tidak hhanya jumlah massa yang masuk dikurangi massa yang keluar, karena perubahan massa akan bernilai nol jika alirannya steady.
Pada mekanika klasik dasar, laju alir massa ditemukan ketika berhadapan dengan objek dengan massa yang bervariasi[en], seperti roket yang menghabiskan bahan bakarnya. Sering kali, deskripsi dari objek tersebut memiliki galat yang melibatkan Hukum kedua Newton,[5]F = d(mv)⁄dt dengan memberlakukan massa m dan kecepatan v sebagai variabel yang bergantung pada waktu dan mengaplikasikan aturan perkalian turunan. Deskripsi yang benar pada objek tersebut memerlukan pengaplikasian dari hukum kedua Newton pada seluruh sistem dengan massa konstan yang terdiri dari objek dan massa yang dikeluarkannya.[5]
Laju alir massa dapat digunakan untuk menghitung laju alir energi dari fluida:[6]
12Halliday; Resnick (1977). Physics (dalam bahasa Inggris). Vol.1. Wiley. hlm.199. ISBN978-0-471-03710-1. It is important to note that we cannot derive a general expression for Newton's second law for variable mass systems by treating the mass in F = dP/dt = d(Mv) as a variable. [...] We can use F = dP/dt to analyze variable mass systems only if we apply it to an entire system of constant mass having parts among which there is an interchange of mass. [Penekanan sesuai dengan tulisan asli]
↑Çengel, Yunus A.; Boles, Michael A. (2002). Thermodynamics: an engineering approach (Edisi 4th). Boston: McGraw-Hill. ISBN0-07-238332-1. OCLC45791449.