Kuwait Airways sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Kuwait, per Oktober 2019.[4]
Rencana privatisasi
Privatisasi mulai dipertimbangkan pada pertengahan 1990-an, setelah Perang Teluk. Hal ini dilakukan karena terjadi kerugian besar pada aset kapal induk mengalami kerugian besar.[5] Lalu di tahun 2004 Maskapai berubah status menjadi perusahaan.[6] Pemerintah kemudian menyetujui rancangan keputusan untuk proses privatisasi pada 21 Juli 2008 yang rencananya dimana Negara akan menjual hingga 35% saham kepada investor dalam jangka panjang dan 40% lainnya akan dibagikan kepada publik. sisanya akan dipegang oleh pemerintah sebesar 25% kepemilikan. Rencana ini juga mempertimbangkan untuk mengecualikan pesaing maskapai domestik, seperti Jazeera Airways, sebagai Potential Bidders. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk mempertahankan agar karyawan yang telah bekerja selama minimal 5 tahun dan mereka yang tidak pensiun akan ditawarkan kesempatan untuk dipindahkan ke perusahaan pemerintah lainnya tanpa mengubah gaji mereka dan memiliki kondisi kerja yang serupa.
Pada tahun 2011, komite privatisasi menghargai valuasi maskapai tersebut sebesar US$805 juta, mengikuti saran dari Citigroup, Ernst & Young, dan Seabury.[7] Proses ini diperkirakan akan selesai pada Maret 2011(2011-03).[8] Namun, pada bulan Oktober di tahun yang sama komite merekomendasikan maskapai untuk melakukan proses reorganisasi sebelum melanjutkan kembali program privitisasi,[9] lalu hal itu disetujui oleh Dewan Menteri Kuwait.[7] Kemudian rancangan privatisasi diubah[10][11] dan pemerintah menandatangani kontrak dengan International Air Transport Association untuk penyediaan keahlian konsultasi. Pada Januari 2013 Aturan Perundang-undangan privatisasi untuk Perusahaan Kuwait Airways disahkan.[12]
Tokoh kunci
Per April 2021, Ali Al-Dukhan telah menduduki jabatan sebagai Ketua.[1]
Per Oktober 2021, Maen Razouqi telah menduduki jabatan sebagai Direktur Utama Maskapai.[13]
Kantor Pusat
Kantor Pusat Kuwait Airways berlokasi di Bandar Udara Internasional Kuwait tepatnya di Kegubernuran Al Farwaniyah, Kuwait. Diatas tanah seluas 42.000 meter persegi (450.000sqft) dibangun dengan anggaran sebesar 15.8 juta Dinar Kuwait atau setara (Rp 784,84miliar). Pengerjaan bangunan dilakukan oleh Ahmadiah Contracting & Trading Co. selaku kontraktor utama. Kantor Pusat ini dibangun dari tahun 1992 hingga 1996. Pembangunan kantor pusat adalah pertama kalinya kaca struktural untuk dinding gorden digunakan di Negara Bagian Kuwait.[14] Kantor Pusat Kuwait Airways sebelumnya berlokasi di dalam Bandar Udara Internasional Kuwait.[15]
Anak Usaha dan Aliansi
Kuwait Airways telah memiliki beberapa anak usaha yang menjalani proses privatisasi serupa dengan KAC.
Kuwait Airways juga bergabung kedalam aliansi dengan beberapa maskapai penerbangan untuk memenuhi permintaan dan melanjutkan operasional maskapai selama Perang 1990.
Dari hubnya di Bandar Udara Internasional Kuwait, Kuwait Airways telah terbang ke 34 destinasi tujuan internasional di beberapa benua seperti Asia, Eropa, Amerika Utara, hingga Timur Tengah, per November 2013.[18]