Minyak Kutus Kutus adalah minyak gosok herbal asal Bali, Indonesia, yang mulai diproduksi sejak tahun 2012 oleh Servasius Bambang Pranoto di bawah naungan PT Tamba Waras, yang pada mulanya berbentuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sejak tahun 2019 hingga 2023, produksi minyak ini dilanjutkan oleh PT Kutus Kutus Herbal.[1]
Minyak ini dibuat dari campuran minyak kelapa murni dan ekstrak 69 tanaman obat tradisional yang direbus secara terpisah sebelum dicampur dan dikemas.[2] Produk ini digunakan secara luas untuk meredakan masuk angin, nyeri otot, gangguan pencernaan, hingga reaksi akibat gigitan serangga.
Komposisi & Proses
Minyak Kutus Kutus memadukan 69 jenis tanaman obat tradisional seperti neem, ashitaba, purwoceng, temulawak, pule, serta bunga lawang, ditambah minyak esensial seperti citronella, cengkeh, kayu putih, dan gaharu.[3] Seluruh bahan direbus secara terpisah untuk menjaga kualitas senyawa aktif, kemudian dicampur ke dalam minyak kelapa murni, disaring, dan dikemas menjadi minyak gosok siap pakai.
Minyak Kutus Kutus telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia dengan nomor registrasi TR 205642321 dan mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).[4]
Permasalahan Merek dan Rebranding
Sejak pertengahan 2023, Minyak Kutus Kutus menghadapi masalah pendaftaran merek karena nama "Kutus Kutus" sudah terdaftar oleh pihak lain. Maraknya produk palsu yang beredar menimbulkan kerugian bagi produsen dan konsumen resmi.[5]
Untuk itu, Servasius Bambang Pranoto mengajukan gugatan pembatalan pendaftaran merek di Pengadilan Niaga Surabaya pada Februari 2025. Sebagai langkah mitigasi, produk ini mengganti identitas menjadi "Sanga Sanga" pada akhir 2024 guna melindungi identitas produk asli dan menjaga hak kekayaan intelektual.[6]