Kuriakose Elias Chavara lahir pada 10 Februari 1805 di Kainakary, Kerala dalam sebuah keluarga Kristen Nasrani sebagai putra dari Iko (Kuriakose) Chavara dan Mariam Thoppil. Orang-orang Nasrani adalah penganut Kristen Santo Tomas (yang juga dikenal sebagai Kristen Suriah) yang merupakan orang-orang Kristen kuno dari Kerala yang dibaptis oleh Tomas pada abad pertama. Nama Kuriakose berasal dari nama Aramaik Suriah ܩܘܪܝܩܘܣ (Quriaqos).[4] Ia dibaptis pada 17 Februari 1805 di Gereja Suriah-Malabar St. Yusuf, Chennamkary.
Pada masa kecil, Kuriakose masuk ke sekolah desa. Disana ia mempelajari bahasa dan ilmu pengetahuan dasar. Ia masuk seminari pada 1818 di Pallipuram dimana Palackal Thoma Malpan menjadi Rektor. Ia diangkat menjadi pendeta pada 29 November 1829 dan dirayakan pada Qurbana Kudus pertama di Gereja Suriah-Malabar St. Yusuf, Chennamkary.
Kehidupan selanjutnya
Kuriakose Kathanar bergabung dengan dua pendeta lainnya, Palackal Thoma Malpan dan Porukara Thoma Kathanar untuk memimpin sebuah kehidupan monastik. Nama komunitas yang mereka dirikan adalah Para Pelayan Maria Imakulata. Pendirian untuk orang-orang Dayra pertama di Mannanam dipimpin pada 11 Mei 1831 oleh Porukara Thomas Kathanar. Palackal Malpan dan Porukara Kathanar masing-masing meninggal pada 1841 dan 1846. Pada 8 Desember 1855, Kuriakose Kathanar dan sepuluh pendeta lainnya ditahbiskan dalam tradisi Karmelite. Ia dinominasikan sebagai Prior Utama Mannanam Dayra. Kongregasi tersebut menjadi afiliasi dari institut Ordo Ketiga dari Order of Discalced Carmelites. Dari titik tersebut, mereka menggunakan postnominal berinisial T.O.C.D.[5]
Reformator sosial
Kuriakose Kathanar juga menjadi reformator sosial.[6][7] Meskipun ia berasal dari keluarga Kristen Suriahkasta atas,[8] ia memainkan peran utama dalam mendidik orang-orang dari tingkat rendah dari masyarakat. Pada 1846, Pers St. Yusuf Kuriakose Kathanar di Mannanam menjadi tempat percetakan pers ketiga di Kerala dan pers pertama yang didirikan oleh orang Malayali tanpa bantuan orang asing.[7][9] Dari tempat percetakan pers ini, datanglah surat kabar harian Malayalam pertama Nasrani Deepika.[6][7][10] Ia juga membuat sebuah sekolah di Mannanam pada tahun yang sama. Ia menjadi dikenal karena mengenalkan hidangan siang hari di sekolah-sekolah, sebuah praktik yang kemudian diadopsi oleh para penguasa Travancore dan kemudian oleh pemerintah India.[6] Pada 1864, ketika ia menjabat sebagai Vikar Utama Katolik Suriah, ia diminta untuk membuat sebuah sekolah bersama dengan setiap gereja (palli) yang berhasil dalam membuat penyediaan pendidikan gratis untuk setiap orang.[7][11] Sekolah-sekolah yang ada di Kerala tersebut dikenal sebagai pallikudam.[4][12]
Kematian
Kuriakose Kathanar meninggal pada 3 Januari 1871, pada usia 66 tahun, di Koonammavu. Jenazahnya ditempatkan di Gereja Suriah-Malabar St. Yusuf Dayra, Mannanam pada 24 Mei 1889.[6][7][11] Peringatannya dirayakan pada 3 Januari sesuai kalender liturgi Siria-Malabar.[13]
Gambar
Terdapat berbagai gambar Kuriakose Kathanar di seluruh dunia. Biara Santo Yudas Nasional, Faversham, Britania Raya memiliki ikon indah dari Santo tersebut. Pada 2004, sebuah kebakaran terjadi di Kapel Biara yang menghancurkan mural-mural yang tergantung disana[14]