Kumpulrejo adalah sebuah desa di Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Desa ini dikenal sebagai wilayah yang aktif mengembangkan potensi lokal, mulai dari sektor pariwisata berbasis alam, pemberdayaan ekonomi melalui kolaborasi akademis, hingga pelestarian tradisibudaya yang kuat. Tata kelola pemerintahannya yang transparan, dibuktikan dengan publikasi anggaran desa secara daring, menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunannya.
Geografi dan Lingkungan
Desa Kumpulrejo memiliki topografi yang bervariasi dari dataran rendah hingga perbukitan. Keberadaan Sungai Kali Kening memegang peranan vital bagi desa, tidak hanya sebagai sumber utama irigasi untuk lahan pertanian, tetapi juga sebagai elemen lingkungan yang beberapa kali terdampak oleh luapan musiman. Pemerintah telah berupaya melakukan normalisasi sungai untuk mitigasi risiko banjir dan menjaga kelestarian lingkungan dari sedimentasi serta pencemaran.[1]
Demografi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dirilis dalam publikasi "Kecamatan Parengan dalam Angka 2024", jumlah penduduk Desa Kumpulrejo pada tahun 2023 adalah 5.218 jiwa. Dengan luas wilayah mencapai 7,40km², desa ini memiliki tingkat kepadatan penduduk sekitar 705 jiwa/km².[2]
Pemerintahan
Pemerintahan Desa Kumpulrejo di bawah kepemimpinan kepala desaKunarsono menunjukkan komitmen terhadap tata kelola yang baik dan transparan.[3] Sebagai wujud akuntabilitas, pemerintah desa secara aktif memublikasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta laporan realisasinya melalui situs resmi desa. Langkah ini memungkinkan masyarakat untuk mengakses dan mengawasi rencana keuangan serta penggunaan anggaran desa untuk tahun berjalan.[4][5]
Potensi Desa
Pariwisata Alam
Kumpulrejo memiliki potensi wisata alam yang menjanjikan. Salah satunya adalah Air Terjun Dong Gong, sebuah air terjun alami yang menawarkan pesona tersembunyi bagi para pengunjung.[6] Selain itu, desa ini secara aktif mengembangkan Sendang Jodho sebagai destinasi wisata. Proyek pengembangan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat, dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tuban, yang bertujuan untuk mengangkat perekonomian lokal melalui sektor pariwisata.[7]
Ekonomi dan Pemberdayaan
Sektor ekonomi desa didukung oleh program pemberdayaan yang beragam, mulai dari peternakan hingga pelatihan pengolahan hasil pertanian. Desa Kumpulrejo juga terbuka terhadap kerja sama dengan dunia akademis, seperti melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turut serta dalam program pemberdayaan, salah satunya adalah pengolahan jagung menjadi produk bernilai tambah, yang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat.[8][9]
Budaya dan Tradisi
Masyarakat Kumpulrejo memegang teguh adat dan tradisi sebagai bagian dari identitas mereka. Salah satu acara budaya yang rutin digelar adalah sedekah bumi atau yang dikenal dengan istilah nyadran.[10] Selain itu, desa ini juga aktif menggelar kegiatan yang meriah seperti pawai budaya untuk merayakan hari besar nasional. Pada perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-78, misalnya, pawai budaya nusantara diselenggarakan dengan sangat antusias oleh warga dan bahkan diberangkatkan langsung oleh Bupati Tuban.[11]
Peristiwa Penting
Banjir Luapan Kali Kening (Februari 2024): Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Kali Kening meluap. Banjir yang terjadi merendam puluhan hektare lahan persawahan dan sebagian permukiman warga, menjadi pengingat akan tantangan hidrologi yang dihadapi desa.[12]