Kuil Subashi (Hanzi:苏巴什佛寺遗址; Pinyin:Sūbāshén fósì yízhǐ; harfiah: 'Reruntuhan kuil Subashi') adalah reruntuhan kuil Buddha di dekat Kucha yang berada di Gurun Taklamakan, sebuah Jalur Sutra kuno di Xinjiang, Tiongkok Barat. Kuil ini dibangun pada masa Dinasti Wei-Jin. Pada awal 1900-an, kuil ini ditemukan kembali dan sebagian digali oleh arkeolog asal Jepang bernama Ōtani Kōzui.
Kuil Subashi terletak di lereng selatan Gunung Queletagh atau sekitar 20 kilometer ke arah timur laut dari Kucha. Kuil ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian timur dan barat Sungai Kucha.[1]
Sebuah kotak relik Buddha atau sarira dari abad ke-6 hingga ke-7 yang ditemukan di Subashi menggambarkan pria-pria Asia Tengah mengenakan jubah panjang yang mirip dengan relief yang dibuat oleh bangsa Tokharia. Selain itu, sebuah artefak arkeologi terkenal berupa mumi perempuan dengan topi runcing yang besar 'Witch of Subashi' mengindikasikan bahwa wilayah tersebut pernah dihuni oleh bangsa Tokharia.[4][5]