Kucing eksotis (disebut juga kucing bulu pendek eksotis) adalah salah satu ras kucing yang merupakan hasil persilangan antara ras persia dengan ras bulu pendek amerika. Kucing eksotis memiliki karakter, kepribadian, ciri fisik, dan gangguan kesehatan yang sama seperti ras persia, tetapi, yang membedakannya adalah bulunya yang pendek dan sifatnya yang berbeda dengan persia.[1]
Pada tahun 1966, kucing eksotis pertama kali diakui oleh Cat Fanciers' Association (CFA). Kucing eksotis adalah kucing berbulu pendek, tetapi ada juga kucing eksotis dengan bulu panjang, karena masih membawa gen bulu panjang dari ras persia. Kucing bulu panjang eksotis ini tidak diakui oleh CFA, tetapi diakui oleh TICA (The International Cat Association) sebagai ras persia. Dan beberapa pendaftaran kucing lainnya mengakui eksotis bulu panjang sebagai ras terpisah dari persia.[1]
Karakteristik
Kucing eksotis memiliki badan yang pendek, bahu yang besar, dan otot yang kuat, dengan berat badan dapat mencapai sekitar 3,5–6 kg. Bulunya pendek, tetapi lebih panjang sedikit dari kucing berbulu pendek lainnya, halus, lembut, padat, dan berdiri. Kepalanya bulat dan besar, dengan dahi yang lebar, pipi yang berisi, dan rahang yang kuat. Matanya bulat dan besar, dengan warna mata berwarna kuning, biru, tembaga, dan keemasan. Telinga ras kucing ini pendek, kecil, dan berjauhan dari telinga sebelahnya. Lehernya pendek dan tebal. Kakinya pendek, lurus, dan besar, sedangkan, ekornya pendek, tebal, melengkung kebawah, dan ujungnya bulat.[1]
Kerpibadian
Kucing eksotis adalah kucing yang tenang, anggun, lincah, dan aktif. Kucing eksotis juga adalah kucing yang selalu ingin tahu, senang bermain, dan pendiam. Selain itu, ras kucing ini juga adalah kucing yang sosial, tidak suka menyendiri, suka berada dekat dengan pemiliknya, dan merupakan kucing yang mandiri.[2]