Kuadran Margaritifer Sinus adalah salah satu dari 30 peta kuadran Mars yang digunakan oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melalui Program Riset Astrogeologi. Kuadran ini dikenal pula sebagai MC-19 (Mars Chart-19). Wilayah yang dicakup oleh kuadran ini berada di antara 0° hingga 45° bujur barat dan 0° hingga 30° lintang selatan di planet Mars.[1] Kuadran Margaritifer Sinus mencakup Margaritifer Terra serta sebagian wilayah Xanthe Terra, Noachis Terra, Arabia Terra, dan Meridiani Planum. Nama Margaritifer Sinus diterjemahkan sebagai teluk mutiara, yang diambil dari nama pantai mutiara di Kanyakumari, India Selatan.[2]
Wilayah ini menampilkan banyak bukti keberadaan air di masa lalu, termasuk keberadaan danau, delta, sungai kuno, saluran terbalik, dan daerah tidak beraturan yang dilepaskan oleh air.[3] Margaritifer Sinus memiliki beberapa sistem rantai danau terpanjang di Mars, yang kemungkinan terbentuk akibat kombinasi iklim yang lebih lembap dan keberadaan air tanah. Sistem rantai danau Samara/Himera memiliki panjang sekitar 1.800 km, sedangkan jaringan lembah dan sistem rantai danau Parara/Loire sepanjang sekitar 1.100 km.[4] Daerah rendah di antara Parana Valles dan Loire Vallis diyakini pernah menjadi lokasi danau.[5][6] Kawah Holden, dengan diameter 154 km, juga pernah menampung danau.[7] Di dekat Kawah Holden terdapat sebuah graben bernama Erythraea Fossa yang sebelumnya menampung rangkaian tiga danau.[8]
Wilayah ini kaya akan sedimen yang mengandung lempung berusia Noachian. Studi spektral menggunakan instrumen CRISM menunjukkan adanya Fe/Mg-phyllosilicates, jenis lempung yang dapat melestarikan bahan biologis. Lempung ini diperkirakan terbentuk di air dengan pH mendekati netral, tanpa bercampur dengan sulfat yang terbentuk dalam kondisi asam. Kondisi pH netral dianggap lebih kondusif untuk terbentuknya kehidupan.[9]
kuadran Margaritifer Sinus juga menjadi lokasi pendaratan wahana Opportunity pada 25 Januari 2004, di koordinat 1,94°S dan 354,47°E (5,53° W). NASA mengumumkan berakhirnya misi ini pada 13 Februari 2019, setelah berlangsung hampir 15 tahun. Selain itu, pesawat Mars 6 dari Rusia melakukan pendaratan darurat di wilayah ini pada koordinat 23,9°S dan 19,42°W.[10]
Di Meridiani Planum, Opportunity Rover menemukan bahwa tanah di lokasi ini sangat mirip dengan tanah di kawah Gusev dan Ares Vallis. Di banyak tempat, tanah ditutupi oleh sferul bulat berwarna abu-abu yang disebut "blueberries".[11] Sferul ini sebagian besar terdiri dari mineral hematit dan diduga menjadi sumber sinyal spektral yang terdeteksi dari orbit oleh Mars Odyssey. Blueberries ini terbentuk sebagai konkresi dalam tanah akibat aktivitas air, kemudian mengalami pelapukan dari batuan penutup dan terkonsentrasi di permukaan sebagai endapan sisa pelapukan.[12] Konsentrasi sferul di batuan dasar dapat menghasilkan lapisan blueberry yang terlihat dari pelapukan batuan setebal satu meter. Sebagian besar tanah terdiri dari pasir basal olivin yang kemungkinan diangkut dari lokasi lain, bukan berasal dari batuan lokal.[13]