Kromosom penentu jantinaKromosom X (merah) dan kromosom Y (hijau) dalam sel punca embrio tikus jantan (X/Y) dan betina (X/X).
Kromosom penentu jantina (atau yang juga dikenal sebagai alosom, kromosom heterotipik, gonosom, heterokromosom,[1][2] atau idiokromosom[1]), adalah kromosom-kromosom yang membawa gen yang menentukan jenis kelamin sebuah individu. Kromosom penentu jantina pada manusia adalah pasangan alosom mamalia biasa. Mereka dibedakan dengan autosom dengan wujud, ukuran dan perilakunya. Anggota sebuah pasangan alosom dapat memiliki perbedaan bentuk, sedangkan pasangan autosom yang homolog memiliki wujud yang sama pada sel diploid.
Nettie Stevens dan Edmund Beecher Wilson menemukan kromosom penentu jantina secara masing-masing pada 1905, namun Stevens menemukannya lebih awal daripada Wilson.[3]