Kromengan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Malang yang berbatasan dengan Kabupaten Blitar. Kromengan adalah pemekaran dari Kecamatan Sumberpucung pada tahun 1992.[1] Kecamatan ini terletak di kaki Gunung Kawi dan berada di utara kawasan Bendungan Lahor yang banyak dimanfaatkan untuk memancing maupun budidaya ikan dengan keramba.[2] Pusat kecamatan ini berada di Desa Kromengan yang juga terdapat pusat ekonomi yaitu Pasar Kromengan. Ujung timur Kromengan, tepatnya di Desa Jatikerto dan Slorok berbatasan dengan ibu kota kabupaten di Kepanjen serta dilalui jalan nasional Malang-Blitar.[3] Kromengan merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit kedua di Kabupaten Malang setelah Kasembon, yaitu sekitar 43 ribu jiwa pada tahun 2024.[4]
Salah satu ikon dari Kromengan adalah Gereja Peniwen peninggalan kolonial dan Monumen Peniwen Affair di Desa Peniwen. Monumen Peniwen Affair memperingati tragedi bersejarah yang pernah terjadi di desa tersebut pada Februari 1949. Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) dengan keji membantai 12 anggota relawan Palang Merah Remaja dan pasien di sebuah klinik di Peniwen kemudian menjarah obat-obatannya. Mereka juga masuk ke gereja secara paksa dan membantai serta memperkosa warga sipil yang ada di sana.
Pihak gereja mengecam tindakan ini dan segera membuat laporan resmi sehingga peristiwa ini dengan cepat menyebar luas ke dunia internasional.[5][6]
Geografi
Peta administrasi dan lokasi Kromengan
Kromengan adalah kecamatan yang berada di selatan Gunung Kawi. Wilayahnya memanjang dari Desa Peniwen di barat yang berbatasan dengan Kabupaten Blitar hingga ke timur di Desa Jatikerto dan Slorok yang dilintasi jalan nasional Blitar-Malang. Perbatasan selatan dengan Sumberpucung dipisahkan oleh Waduk Lahor. Batas wilayah Kecamatan Kromengan adalah sebagai berikut:[7]