Kotransporter natrium/glukosa 2 (SGLT2) adalah protein yang pada manusia dikodekan oleh genSLC5A2 (keluarga pembawa zat terlarut 5 (kotransporter natrium/glukosa)).[1]
Fungsi
SGLT2 adalah anggota keluarga kotransporter glukosa natrium, yang merupakan protein pengangkut glukosa yang bergantung pada natrium. SGLT2 adalah kotransporter utama yang terlibat dalam reabsorpsi glukosa di ginjal.[2] SGLT2 terletak di tubulus proksimal awal, dan bertanggung jawab atas reabsorpsi 80-90% glukosa yang disaring oleh glomerulus ginjal.[3] Sebagian besar penyerapan glukosa yang tersisa dilakukan oleh kotransporter 1 natrium/glukosa (SGLT1) di bagian tubulus proksimal yang lebih distal.[4]
Mutasi pada gen ini juga berhubungan dengan glikosuria ginjal.[10]
Penghambat kotransporter natrium-glukosa-2 (SGLT2) berhubungan dengan penurunan risiko mortalitas jangka panjang yang signifikan pada pasien hipertensi arteri pulmonal (PAH), menurut sebuah studi kohort observasional.[11] Studi tersebut mengungkapkan bahwa setelah satu tahun, 8,1% pasien PAH yang diresepkan penghambat SGLT2 meninggal, dibandingkan dengan 15,5% pasien yang tidak mengonsumsi obat tersebut.
Referensi
↑Wells RG, Mohandas TK, Hediger MA (September 1993). "Localization of the Na+/glucose cotransporter gene SGLT2 to human chromosome 16 close to the centromere". Genomics. 17 (3): 787–789. doi:10.1006/geno.1993.1411. PMID8244402.
van den Heuvel LP, Assink K, Willemsen M, Monnens L (December 2002). "Autosomal recessive renal glucosuria attributable to a mutation in the sodium glucose cotransporter (SGLT2)". Human Genetics. 111 (6): 544–547. doi:10.1007/s00439-002-0820-5. PMID12436245. S2CID28089635.
Wells RG, Pajor AM, Kanai Y, Turk E, Wright EM, Hediger MA (September 1992). "Cloning of a human kidney cDNA with similarity to the sodium-glucose cotransporter". The American Journal of Physiology. 263 (3 Pt 2): F459 –F465. doi:10.1152/ajprenal.1992.263.3.F459. PMID1415574.