Kontes Lagu Eurovision 1974 adalah kontes ke-19 dari Kontes Lagu Eurovision. Kontes ini diadakan di Brighton, daerah di selatan Britania Raya. BBC bersedia untuk menyelenggarakan kontes tahun ini setelah Luksemburg, pemenang kontes tahun 1972 dan 1973, menolak untuk menyelenggarakan kontes tahun 1974 karena masalah biaya.
Katie Boyle untuk keempat kalinya menjadi pembawa acara kontes ini (Sebelumnya ia menjadi pembawa acara tahun 1960, 1963 dan 1968). Pemenang kontes ini adalah ABBA, dengan lagunya "Waterloo". Kemenangan ini merupakan yang pertama kali untuk Swedia.
Kontroversi dan Peristiwa Politik
Britania Raya dalam kontes ini diwakili oleh penyanyi Britania/Australia Olivia Newton-John, yang mendapatkan posisi keempat dengan lagu "Long Live Love". Menurut penulis dan sejarawan John Kennedy O'Connor dalam bukunya The Eurovision Song Contest - The Official History, Olivia tidak menyukai lagu ini dan lebih memilih lagu lain dalam final nasional, tetapi "Long Live Love" dipilih sebagai entri Britania Raya melalui voting publik.[1]
Prancis sebelumnya berencana untuk berpartisipasi dalam kontes ini dengan lagu "La vie à vingt-cinq ans" yang akan dinyanyikan oleh Dani, tetapi mereka mengundurkan diri setelah Presiden Prancis saat itu, Georges Pompidou, meninggal beberapa hari sebelum kontes. Karena pemakamannya diadakan pada hari kontes, maka dianggap tidak pantas jika Prancis berpartisipasi. Dani sempat terlihat oleh para penonton saat waktu di mana ia seharusnya tampil, yaitu setelah Irlandia dan sebelum Jerman.[1] Untuk alasan yang sama penyanyi Prancis Anne-Marie David yang memenangkan kontes untuk Luksemburg tahun 1973, tidak dapat datang ke Brighton untuk menyerahkan hadiah kepada pemenang.
Malta mengundurkan diri karena alasan yang tidak diketahui, tetapi mereka sebelumnya telah memilih Enzo Guzman dengan lagu "Paċi Fid Dinja" (Perdamaian di Dunia) untuk mewakili Malta. Malta kembali berpartisipasi dalam kontes tahun 1975.
Italia menolak untuk menyiarkan kontes dalam stasiun televisi nasional mereka RAI karena lagu yang dinyanyikan Gigliola Cinquetti, berkaitan dengan kampanye politik intensif untuk Referendum Italia tahun 1974 tentang Perceraian yang diadakan bulan Mei. Walaupun Eurovision dilaksanakan sebulan sebelum referendum dan Gigliola memenangkan tempat kedua, di Italia kontes dan lagu tersebut dilarang untuk ditonton atau didengar. RAI menyensornya lantaran lagu yang berjudul "Sì" itu mengandung lirik yang mengulang-ulang kata "Si" (Ya) dapat dianggap mengandung pesan terselubung dan propaganda untuk memengaruhi rakyat Italia untuk memilih "Ya" dalam referendum itu. Lagu tersebut tetap disensor oleh media Italia selama lebih dari satu bulan.[1]
Entri Portugal "E depois do adeus" digunakan sebagai salah satu dari dua sinyal untuk meluncurkan melawan rezim . Lagu ini memperingatkan agar pimpinan pemberontak dan tentara segera memulai kudeta dan tank-tank sayap kiri kudeta militer untuk bergerak. John Kennedy O'Connor menggambarkannya sebagai "satu-satunya lagu Eurovision yang benar-benar memulai sebuah revolusi".[1]
Swedia memenangkan kontes dengan mendapat 24 poin, hanya mewakili 15% dari kemungkinan jumlah suara yang bisa mereka dapatkan. Memang persentase yang rendah dibandingkan dengan pemenang yang lain, tetapi masih lebih tinggi dari 12% yang diraih oleh masing-masing dari empat pemenang pada tahun 1969.