Kontes Dangdut Indonesia atau disingkat KDI (dahulu merupakan kepanjangan dari Kontes Dangdut TPI) adalah suatu ajang pencarian bakat penyanyidangdut dengan sponsor dari MNC yang bekerja sama dengan MNCTV. Semua lulusannya langsung dikontrak oleh Star Media Nusantara, manajemen artis milik MNC. KDI merupakan suksesor kontes dangdut terbesar pertama di Indonesia sebelum kemunculan era D'Academy serta Liga Dangdut Indonesia.
Seluruh kontestan KDI yang telah terseleksi akan dikarantina di sebuah asrama dan diberikan pelatihan-pelatihan berupa koreografi, olah vokal, penampilan, personalitas, dan tata busana. Seluruh kontestan KDI yang telah terseleksi setiap minggunya akan diadu dalam Kontes KDI. Penampilan para kontestan akan dinilai oleh para juri yang diambil dari kalangan penyanyi, artis bahkan pelawak dan pejabat tinggi serta dukungan SMS pemirsa.
Latar belakang dan tujuan
Logo Kontes Dangdut Indonesia (2014)Logo Kontes Dangdut Indonesia (2006–2009) saat masih bernama Kontes Dangdut TPI
Latar belakang
Musik dangdut harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Seperti aliran musik lainnya, regenerasi dalam dangdut mutlak diperlukan untuk kelangsungan dan perkembangan musik itu sendiri. Banyak bibit penyanyi dangdut potensial di pelosok nusantara yang kurang mendapat kesempatan untuk tampil secara nasional.
MNCTV sebagai salah satu televisi swasta yang dikenal lewat berbagai program-program musik dangdut dan kepeduliannya terhadap kemajuan musik dangdut di tanah air, menangkap potensi dan peluang ini dengan mengadakan Kontes Dangdut Indonesia, atau disingkat KDI. Konsep awal program KDI dibuat oleh Nala Rinaldo sebagai Penanggung Jawab Divisi Produksi, juga sekaligus menunjuk Fajar Nuswantoro sebagai Produser untuk tayangan perdana program KDI ini. Sebagai acara kontes dangdut, maka acara KDI hanya menampilkan lagu-lagu yang berirama dangdut.
Tujuan
Meningkatkan eksklusivitas KDI sebagai penyanyi dangdut yang mempunyai citra berbeda dengan penyanyi dangdut lainnya
Menertibkan pemakaian nama KDI
Meningkatkan harga jual khususnya off air
Meningkatkan standar penampilan KDI (off air)
Slogan
Slogan utama dari program KDI disebut: Asyik Banget! yang dipakai sebagai tagline musim pertama, melambangkan benar-benar dangdut sambil bergoyang super dampaknya lebih banyak seru dan asyik beramai-ramai terbesar di Indonesia bagi penghibur KDI Mania dalam ajang kompetisi ini. Manakala slogan ini juga memiliki bertemakan tagline sendiri tiap musim seperti Ihh Gemesh untuk musim kedua, Makin Ngejreng untuk musim ketiga, Paling Yahuuud! untuk musim keempat, Asyiknya Selangiiit! untuk musim kelima, dan Berjuta Rasa untuk musim keenam. Sedangkan untuk musim ketujuh sampai ketujuhbelas menggunakan tagline Jadilah Bintang yang merujuk pada lagu tema program ini yang diciptakan oleh Tire Utami dengan bantuan komposer Purwacaraka.
Para peserta yang terdaftar disaring dalam 3 tahapan. Tahapan pertama adalah memilih 50 besar. Peserta di 50 besar tersebut akan menyanyikan setengah sampai tiga per empat lagu yang sudah ditentukan dengan iringan musik. Dari 50 besar akan terpilih 15 besar yang merupakan tahapan kedua. Para peserta yang lolos 15 besar akan diberi beberapa pertanyaan dan menyanyikan sepenggal lagu-lagu dangdut yang berbeda-beda. Tahapan ketiga akan mendapatkan 5 wakil dari tiap kota. Kelima wakil dari tiap kota ini akan bertemu di Jakarta dalam Gerbang KDI.
Wildcard
Di KDI musim kedua, sebenarnya hanya ada 18 tempat untuk masuk ke babak final untuk masing-masing wakil 9 kota audisi. Namun Pihak TPI memberikan suatu kesempatan kepada calon kontestan KDI yang menempati urutan ketiga saat di Gerbang KDI, untuk merebut dua tempat di Final sehingga jumlah kontestan KDI musim kedua menjadi genap 20 orang, kejadian serupa juga terjadi pada dua musim selanjutnya. Beberapa kontestan yang lolos pada babak Wildcard KDI musim kedua adalah Adi Alfaisal dari Aceh dan Tatang Kartiwa dari Bandung. Sedangkan kontestan yang lolos pada babak Wildcard KDI musim ketiga adalah Dedi dari Medan dan Lola dari Jakarta serta Widhi dari Surabaya dan Monica dari Jakarta di KDI musim keempat.
Dewan Juri
Dewan juri pertama yang ditugaskan adalah Titiek Puspa. Kemudian seiring berganti musim, terjadi perombakan dewan juri. Pada tiap minggunya, anggota dewan juri berjumlah tiga orang yang setiap minggunya berubah-ubah (musim pertama sampai kelima) dan hanya seorang dewan juri ditambah remote voter (khusus di musim keenam). Dan 4-5 juri sejak musim kesembilan.
Pembawa acara yang pertama ditugaskan adalah Ramzi (musim pertama; musim kedua sampai keenam digantikan oleh Irfan Hakim; musim ke 7 digantikan oleh Altaf Vicko musim kesepuluh & kesebelas digantikan oleh Ruben Onsu) dan Ussy Sulistiawaty (musim pertama, kedua dan keempat; musim ketiga digantikan oleh Asti Ananta, dan kemudian diganti kembali oleh Thalita Latief(Babak Gerbang Musim kelima), Wiwied Salman (Babak Kontes Sampai Grand Final Musim kelima). Kembali diganti Oleh Magdalena di musim ketujuh. Lalu posisinya diganti oleh Vega Darwanti sejak musim kesebelas hingga sekarang.
Selain babak-babak yang menampilkan aksi peserta di atas panggung, diselenggarakan juga acara yang menampilkan keseharian para Kontestan selama masa karantina.
Di album KDI 1 ini terdapat 16 buah lagu,14 buah diantaranya merupakan lagu baru yang khusus diciptakan untuk semua kontestan KDI 1. Rilis akhir tahun 2004 TPI bekerja sama dengan label rekaman Blackboard untuk memproduksi album ini.
Album ini dirilis tahun 2005. Berisikan 11 buah lagu yg hampir semuanya merupakan lagu recycle dengan aransemen baru dengan bantuan arranger Purwacaraka. TPI Bekerja sama dengan Musica Studios dalam memproduksi lagu di album ini.
Lagu-lagu di album KDI 4 PALING YAHUUUD ini merupakan hasil seleksi Lomba Cipta Lagu Dangdut (LCLD) TPI tahun 2007 dengan lagu andalan Silpia Nurdin Yaseng sang juara KDI 4 dan Salam Dangdut Frida Syahquita sang Runner Up KDI 4. Terus ada kolaborasi dengan finalis KDI 2 & 3.
Album ini diproduksi tahun 2018. Hasil kerjasama MNCTV dengan Hits Record dan CFC. Sehingga dvd-nya bisa didapatkan di gerai CFC. Lagu unggulan di album ini adalah Sambalado milik Ayu Ting Ting