Dalam wacana media, konten seksual adalah materi yang menggambarkan perilaku seksual. Perilaku seksual yang terlibat dapat bersifat eksplisit, perilaku seksual implisit seperti menggoda,[1] atau mencakup bahasa seksual dan eufemisme.[2]
Konten seksual merupakan faktor besar dalam sebagian besar sistem penilaian konten, seperti yang digunakan untuk acara televisi, film, dan permainan video. Ketersediaannya yang semakin meningkat, terutama melalui Internet, telah meningkatkan paparan masyarakat terhadap konten seksual. Paparan tersebut tidak selalu diinginkan.[1]
Penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap konten seksual memengaruhi pikiran dan perilaku seseorang, meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai sejauh mana dampaknya.[2] Gert Martin Hald, seorang psikolog di Universitas Kopenhagen yang menulis sebuah studi yang menemukan bahwa menonton "media seksual eksplisit" hanya menyumbang sekitar 0,3 hingga 4 persen perubahan perilaku, menyatakan, "Data kami menunjukkan bahwa faktor-faktor lain seperti disposisi pribadi — khususnya mencari sensasi — daripada konsumsi materi seksual eksplisit mungkin memainkan peran yang lebih penting dalam berbagai perilaku seksual remaja dan dewasa muda."[3]