Konservasi berbasis masyarakatPara anggota kelompok yang terlibat dalam konservasi padang rumput berbasis masyarakat di Distrik Akola, Maharashtra, India.
Konservasi berbasis masyarakat (Community-based conservation atau CBC) adalah sebuah gerakan konservasi yang muncul pada tahun 1980-an, juga sebagai tanggapan atas meningkatnya protes dan dialog yang mengikutinya dengan masyarakat setempat yang terdampak oleh upaya internasional untuk melindungi keanekaragaman hayati bumi. Pertentangan ini merupakan reaksi terhadap praktik konservasi 'atas-bawah' (top-down), yang dipaksakan oleh pemerintah atau organisasi besar dan dianggap mengabaikan kepentingan penduduk setempat,[1] yang sering kali didasarkan pada gagasan Barat bahwa alam terpisah dari budaya. Tujuan dari beberapa inisiatif CBC adalah untuk melibatkan sebagian anggota masyarakat setempat secara aktif dalam upaya konservasi yang berdampak pada mereka, dengan mengintegrasikan peningkatan taraf hidup mereka sembari melestarikan alam melalui pembentukan taman nasional atau suaka margasatwa.[2]
Pemahaman yang lebih radikal mengenai 'konservasi masyarakat' menyoroti nilai konservasi dari interaksi komunitas manusia dengan lingkungan alamnya yang secara historis berhati-hati, berkelanjutan, dan dalam banyak hal bersifat melindungi. Dalam pandangan ini, Masyarakat Adat dan komunitas lokal memiliki kapasitas untuk menjadi 'pengampu' atau penjaga bagi 'wilayah kehidupan' mereka.[3] Kapasitas ini terwujud bergantung pada kombinasi berbagai faktor, yang sebagian bersifat intrinsik bagi komunitas itu sendiri dan sebagian lainnya bergantung pada konteks ekologi, ekonomi, dan politik mereka. Secara khusus, pemerintah negara, badan internasional, dan sektor swasta perlu mengizinkan dan mendukung masyarakat, alih-alih menghambat mereka dalam peran penjagaan tersebut. Kolonialisme, neokolonialisme, pertumbuhan ekonomi 'dengan segala cara', dan peperangan abadi adalah musuh sejati Alam. Masyarakat yang berdaya, sadar, dan menentukan nasibnya sendiri adalah sekutu alami bagi Alam. Contoh paling jelas ditunjukkan oleh ratusan anggota masyarakat yang terbunuh, serta ribuan lainnya yang dibuat cacat dan tertindas setiap tahunnya, saat mereka berusaha mempertahankan lingkungan mereka dari pembangunan ekstraktif dan destruktif yang dipaksakan.[4]
Referensi
↑Brockington, D. (2002) Fortress Conservation: The Preservation of the Mkomazi Game Reserve, Tanzania. International African Institute, Oxford( ISBN0-253-34079-9)
↑Gezon, Lisa. (1997) Institutional structure and the effectiveness of integrated conservation and development projects: case study from Madagascar, Human Organization 56(4), pp. 462–470 (ISSN 0093-2930)