Sebagai KTT NATO pertama yang pernah dituanrumahi oleh Belanda, KTT tersebut menandai KTT pemuka untuk Sekretaris Jenderal NATO baru Mark Rutte, seorang mantan Perdana Menteri Belanda dan orang asal Den Haag. KTT tersebut berfokus pada permohonan negara anggota untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan sampai lima persen GDP.
Meskipun Australia dan Korea Selatan juga hadir, hanya perdana menteri Selandia Baru dan delegasi tingkat senior Jepang yang mewakili negara mitra non-Atlantik. Pasa sela KTT, pertemuan bilateral, yang meliputi antara Donald Trump, presiden AS, dan, secara terpisah, Volodymyr Zelenskyy, presiden Ukraina,[1] dan Recep Tayyip Erdoğan, presiden Turki,[2] diadakan.