Dinasti Konbaung (bahasa Burma:ကုန်းဘောင်ခေတ်code: my is deprecated , pengucapan bahasa Burma:[kóʊɰ̃bàʊɰ̃kʰɪʔ]), juga dikenal sebagai Kekaisaran Burma Ketiga atau sebelumnya dikenal sebagai Dinasti Alompra atau Dinasti Alaungpaya, adalah dinasti terakhir yang memerintah Burma/Myanmar dari 1752 hingga 1885.
Dinasti ini tumbuh menjadi imperium terbesar dalam sejarah Myanmar dan melanjutkan kebijakan reformasi administrasi yang dimulai sejak masa dinasti Toungoo, yang menjadi fondasi negara Myanmar modern. Namun, reformasi tidak cukup untuk membendung kuatnya Imperium Britania, yang mengalahkan Burma dalam Perang Inggris-Burma yang berlangsung selama enam dasawarsa (1824-1885), sekaligus mengakhiri riwayat seribu tahun monarki Burma.
Dalam sejarahnya, ibu kota Konbaung pindah beberapa kali karena alasan religius, politik, dan strategis.
Meskipun Dinasti Konbaung sudah tidak lagi berkuasa di Burma (Myanmar), tetapi keluarga keturunannya masih ada. Mereka mengklaim merupakan keturunan Konbaung melalui garis Myat Phaya Lat, yang merupakan salah satu anak perempuan Raja Thibaw, raja berdaulat terakhir dinasti ini.
Charney, Michael W. (2006). Powerful Learning: Buddhist Literati and the Throne in Burma's Last Dynasty, 1752–1885. Ann Arbor: University of Michigan.
The Mandalay Palace(PDF). Rangoon: Directorate of Archaeological Survey. 1963. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 28 January 2018. Diakses tanggal 29 October 2013.
Fleischmann, Klaus (1981). Arakan, Konfliktregion zwischen Birma und Bangladesh: Vorgeschichte und Folgen des Flüchtlingsstroms von 1978 (dalam bahasa Jerman). Vol.121. Institut für Asienkunde Hamburg: Mitteilungen des Instituts für Asienkunde. ISBN9783921469804. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
Hall, D.G.E. (1960). Burma (Edisi 3rd). Hutchinson University Library. ISBN978-1-4067-3503-1.
Harvey, G. E. (1925). History of Burma: From the Earliest Times to 10 March 1824. London: Frank Cass & Co. Ltd.
Htin Aung, Maung (1967). A History of Burma. New York and London: Cambridge University Press.
Koenig, William J. (1990). "The Burmese Polity, 1752–1819: Politics, Administration, and Social Organization in the early Kon-baung Period". Michigan Papers on South and Southeast Asia (34). 1990.
Lieberman, Victor B. (1996). "Political Consolidation in Burma Under the Early Konbaung Dynasty, 1752-c. 1820". Journal of Asia History. 30 (2): 152–168.
Lieberman, Victor B. (2003). Strange Parallels: Southeast Asia in Global Context, c. 800–1830, volume 1, Integration on the Mainland. Cambridge University Press. ISBN978-0-521-80496-7.
Letwe Nawrahta and Twinthin Taikwun (1770). Hla Thamein (ed.). Alaungpaya Ayedawbon (dalam bahasa Burma) (Edisi 1961). Ministry of Culture, Union of Burma.
Maung Maung Tin, U (1905). Konbaung Hset Maha Yazawin (ကုန်းဘောင်ဆက်မဟာရဇဝင်code: my is deprecated ) (dalam bahasa Burma). Vol.1–3 (Edisi 2004). Yangon: Department of Universities History Research, University of Yangon.
Phayre, Arthur P. (1883). History of Burma (Edisi 1967). London: Susil Gupta.
Pollak, Oliver B. (1976). "Dynasticism and Revolt: Crisis of Kingship in Burma, 1837–1851". Journal of Southeast Asian Studies. 7 (2): 187–196. doi:10.1017/s0022463400015009.
"Myanmar historical research journal". Myanmar Historical Research Journal (dalam bahasa Burma) (19). တက္ကသိုလ်များသမိုင်းသုတေသနဌာနcode: my is deprecated . 2007.
Yegar, Moshe (1972). The Muslims of Burma. Otto Harrassowitz. ISBN9783447013574.
Yi, Yi (1982). "Life at the Burmese Court under the Konbaung Kings"(PDF). Silver Jubilee Publication (ငွေရတုသဘင် အထိမ်းအမှတ် စာစောင်code: my is deprecated ). Rangoon: Historical Research Department: 100–147. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 4 March 2016. Diakses tanggal 28 October 2013.
Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.