Sakato Art Community kemudian juga melahirkan beberapa kelompok yang lebih kecil, seperti Kelompok Seni Rupa Jendela (KSR Jendela, yang lahir tahun 1996), Kelompok Genta (1998), Kelompok Semoet, dan lainnya, sehingga diistilahkan sebagai rumah di dalam rumah.[2]
Dalam perjalanan sejarahnya, Sakato Art Community telah melahirkan perupa-perupa Indonesia yang bertaraf nasional dan internasional, seperti Handiwirman Saputra, Jumaldi Alfi, Mohammad Irfan (M. Irfan), Rudi Mantofani, Yunizar, dan Zulfa Hendra, yang masuk dalam kelompok lima ratus pelukis terlaris dunia versi Top 500 Artprice 2008/2009 yang disusun oleh sebuah lembaga analis perkembangan pasar seni rupa dunia, Artprice, yang berbasis di Paris, Prancis.[3]
Komunitas Seni Sakato tidak hanya melahirkan pelukis-pelukis ternama, tetapi juga telah mencuatkan beberapa nama pematung yang dikenal di dunia seni rupa, seperti Abdi Setiawan, Basrizal Albara, Yusra Martunus, dan beberapa nama lainnya.