Komet C/2010 X1 (Elenin) adalah komet dari awan Oort yang ditemukan oleh astronom amatir Rusia, Leonid Elenin, pada 10 Desember 2010. Komet ini sempat menarik perhatian besar karena lintasannya yang relatif dekat dengan Bumi dan spekulasi publik mengenai dampaknya. Namun, setelah mencapai perihelion pada 10 September 2011, komet tersebut mulai terfragmentasi dan akhirnya menghilang dari pengamatan.
Penemuan
Komet ini ditemukan menggunakan teleskop jarak jauh di Observatorium ISON-NM di New Mexico. Saat penemuan, magnitudo komet sekitar 19,5—terlalu redup untuk diamati tanpa teleskop. Data orbit awal menunjukkan bahwa ini adalah komet periodik sangat panjang dari awan Oort, dengan periode orbit jutaan tahun.[1][2]
Orbit dan Kehancuran
Elenin memiliki orbit sangat elips, dengan eksentrisitas lebih dari 1 dalam sistem heliosentris, menunjukkan bahwa komet berasal dari jauh di pinggiran tata surya. Perihelionnya berada pada jarak sekitar 0,48 AU dari Matahari. Namun, komet mengalami disintegrasi akibat tekanan radiasi dan gangguan pasang surut saat mendekati Matahari, terutama setelah lewat perihelion. Komet tidak lagi terlihat setelah Oktober 2011 bahkan oleh teleskop besar seperti Faulkes Telescope North.[5]
Spekulasi Publik
Lintasan Elenin yang mendekati Bumi menyebabkan munculnya teori konspirasi, termasuk klaim bahwa itu adalah planet Nibiru yang disamarkan dan akan menyebabkan kehancuran global. NASA secara aktif membantah rumor ini. Dalam pernyataan resminya, NASA menyebut bahwa "Elenin hanyalah komet kecil yang akan lewat cukup jauh dari Bumi tanpa menyebabkan gangguan apa pun."[6]