Akhmad Steivano atau lebih dikenal dengan mononimKoiyocabe (lahir 4 Juli 1988) adalah seorang kreator konten, YouTouber, dan komedian asal Indonesia. Ia dikenal sebagai pendiri kanal YouTubeSepulang Sekolah, yang berfokus pada konten edukasi, sejarah, dan isu-isu populer dengan gaya penyampaian ringan.[2][3]
Koiyocabe lahir pada 4 Juli 1988 di Bogor, Jawa Barat, dengan nama asli Akhmad Steivano.[5][6] Ia merupakan lulusan program studi Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi InterStudi (STIKOM InterStudi), Jakarta Selatan pada tahun 2010.[7]
Koiyocabe memiliki ketertarikan besar terhadap budaya Thailand, yang berawal dari menonton film dan serial seperti SuckSeed (2011), Pee Mak (2013), dan Hormones: The Series (2013). Ketertarikannya ini mendorongnya untuk mempelajari bahasa dan budaya Thailand, yang kemudian memengaruhi nama aliasnya. Nama "Koirapat Pormponpitak" diciptakan bersama seorang teman dari Thailand, menggabungkan nama panggilan "Koi" dengan nama belakang yang terinspirasi dari budaya Thailand. Sebelumnya, ia menggunakan nama alias "Koide" saat aktif di forum daring sebagai penggemar budaya Jepang sekitar tahun 2007–2008.
Karier
Awal karier
Sebelum dikenal sebagai YouTuber, Koiyocabe memulai kariernya di industri media sebagai asisten produksi di PT Media Televisi Indonesia (Metro TV) dari Januari 2010 hingga Agustus 2012. Di sana, ia bekerja sebagai asisten produksi, pengarah lantai (floor director), dan editor video. Pengalamannya di Metro TV membantunya mengembangkan keterampilan dalam produksi video dan kepemimpinan tim.
Pada September 2012, ia bergabung dengan PT EmptyBox Studio sebagai sutradara dan editor. Di studio ini, ia bertanggung jawab atas proses produksi video dari pra-produksi hingga pasca-produksi, termasuk penulisan naskah dan pengembangan ide.
Koiyocabe juga aktif sebagai komika (stand-up comedian) dan tampil di acara televisi seperti Liga Komunitas Stand Up Kompas TV, di mana ia meraih juara ketiga pada tahun 2014. Selain itu, ia memenangkan juara pertama dalam kompetisi video pendek nasional "8 Detik Pas" yang diselenggarakan oleh HelloFest oleh Hello Motion pada tahun yang sama. Pengalaman sebagai komika ini meningkatkan kemampuan menulis naskah komedi dan berbicara di depan umum.
Kanal YouTube Sepulang Sekolah
Koiyocabe mengelola kanal YouTube Sepulang Sekolah, yang didirikan pada tahun 2016. Kanal ini awalnya berfokus pada sketsa komedi, namun beralih ke konten edukasi selama pandemi COVID-19 dengan konsep "learning by googling", sebuah plesetan dari istilah "learning by doing".[8]
Kontennya mencakup topik seperti sejarah, budaya, politik, dan isu terkini, termasuk pembahasan tentang Thailand yang menjadi salah satu ciri khasnya. Ia sering memverifikasi informasi melalui Google News dan situs Kominfo untuk menghindari hoaks, dengan proses penulisan naskah yang melibatkan hingga 20 tab browser untuk cross-checking.[9]
Hingga September 2025, kanal ini telah memiliki lebih dari 2,15 juta pelanggan dan lebih dari 595 juta penayangan dengan total sekitar 885 video.
Karya lain
Selain YouTube, Koiyocabe juga menciptakan komik daring (webtoon) berjudul Sepulang Sekolah, yang diterbitkan di platform Webtoon. Komik ini menceritakan kisah kocak tokoh Koi dan Jui, berjalan hingga 353 episode dan tamat pada 28 Februari 2020. Karya ini dikenal karena gaya gambar dan cerita yang menarik.
Spekulasi asal-usul
Koiyocabe sering disalahpahami sebagai orang Thailand karena kefasihannya berbahasa Thailand, atau bahkan anak dari komedian Dono Warkop DKI karena kemiripan gaya humor. Ia membantah spekulasi ini, menegaskan bahwa ia adalah orang Indonesia asli yang lahir di Bogor, dan ketertarikannya pada Thailand murni dari hobi.[3]
Ia juga mengungkapkan pengalaman negatif seperti kehilangan kesempatan endorse dari brand Thailand karena kontennya dianggap kritis terhadap isu sensitif seperti monarki Thailand, meskipun ia menekankan bahwa kontennya hanya menyajikan fakta.
Kontroversi
Permasalahan dengan TVRI
Pada September 2025, Koiyocabe menjadi sorotan setelah menyampaikan pengalaman terkait program Belajar dari Rumah (BDR) di TVRI selama pandemi COVID-19 dalam podcast bersama Deddy Corbuzier yang tayang pada 10 September 2025, bersama Felix Siauw.[10] Ia mengungkapkan bahwa TVRI meminta konten edukasi dari para kreator tanpa bayaran, meskipun program tersebut didanai Rp9,8 miliar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk slot tayang.[11] Koiyocabe menjelaskan bahwa ia dan kreator lain bersedia memberikan konten secara gratis karena ingin berkontribusi untuk pendidikan Indonesia di tengah pandemi. Namun, ia merasa kecewa karena keluhannya, yang disampaikan langsung kepada pejabat dalam sebuah acara, tidak ditanggapi serius dan dianggap mengabaikan jerih payah para kreator.[12]
Pernyataan ini memicu diskusi luas di media sosial, menjadikan topik ini trending di berbagai platform. TVRI segera merespons dengan klarifikasi resmi, menyatakan bahwa mereka hanya bekerja sama dengan Kemendikbud melalui mekanisme blocking airtime untuk program BDR dan tidak pernah meminta atau memproduksi konten langsung dari kreator. Seluruh materi yang ditayangkan merupakan konten siap siar yang disediakan oleh Kemendikbud. TVRI juga menegaskan bahwa mereka tidak memiliki hubungan langsung dengan kreator konten dan berterima kasih atas informasi dari Koiyocabe, dengan komitmen untuk menelusuri isu ini melalui mekanisme internal.[13]
Koiyocabe menanggapi klarifikasi TVRI dengan menghubungi perwakilan mereka, Ibu Rosita, melalui telepon untuk mengkonfirmasi bahwa TVRI bukan pihak yang bertanggung jawab atas kerja sama teknis dengan kreator. Ia menegaskan bahwa TVRI hanya menerima konten siap tayang dari Kemendikbud. Dalam unggahan media sosialnya, Koiyocabe menyampaikan apresiasi atas respons cepat TVRI dan berharap para kreator edukasi di Indonesia terus mendapat penghargaan yang layak atas kontribusi mereka. Persoalan utama, menurutnya, terletak pada mekanisme kerja sama antara Kemendikbud dan kreator, bukan pada TVRI sebagai penayang.[14][15][16][17]
Kehidupan pribadi
Koiyocabe menikah dengan Ruri Narulita Septary pada tahun 2013. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai seorang putra yang bernama Valvoja Deyhan Namizo.