Klan Oda (Kanji: 織田 氏, Hepburn: Oda-shi) adalah marga daimyoJepang yang pernah menjadi kekuatan utama politikJepang pada pertengahan abad ke-16. Klan Oda mencapai puncak kejayaannya di bawah kepemimpinan Oda Nobunaga. Namun sepeninggal Nobunaga, klan Oda kehilangan pengaruh karena terjadi perebutan kekuasaan di antara pengikutnya. Penerus klan Oda selanjutnya tidak mampu mempertahankan pengaruh dan kekuasaan yang sudah dimiliki oleh Nobunaga. Klan Oda jatuh dalam pengaruh kekuasaan daimyo lain yang juga pernah menjadi pengikut Nobunaga sebelumnya. Klan Oda pun dengan cepat kehilangan pengaruh politik dan kekuasaan.[1]
profil
Keluarga Oda adalah sebuah keluarga militer yang memiliki pengaruh pada masa Muromachi (1333–1568), Azuchi-Momoyama (1568–1600), dan Edo (1600–1868), serta mencapai ketenaran tingkat nasional dengan naiknya Oda Nobunaga (織田信長, 1534–1582), yang berhasil menguasai wilayah Jepang bagian tengah. Asal-usul keluarga ini dapat ditelusuri ke Odanoshō di Provinsi Echizen (sekarang Ota-chō, Prefektur Fukui), di mana mereka bertugas sebagai pengelola tanah setempat (庄官 shōkan) sekaligus pendeta Shintō di Kuil Oda Tsurugi. Karena peran mereka di kuil tersebut, kemungkinan mereka merupakan cabang dari keluarga pendeta Imbe. Namun, beberapa anggota, termasuk Nobunaga, mengklaim sebagai keturunan dari keluarga bangsawan Fujiwara dalam catatan abad ke-16. Pada tahun 1571, Nobunaga juga mengadopsi nama klan Taira.
Pada akhir abad ke-14, ketika Shiba Yoshishige (斯波義重, 1371–1418), seorang shugo (守護, gubernur militer) di Echizen, juga diangkat sebagai shugo di Owari (sekarang bagian dari Prefektur Aichi), Oda Jōshō (織田常松) ditunjuk sebagai wakil gubernur militernya (守護代 shugodai). Anggota keluarga Oda terus menjabat sebagai shugodai di Owari hingga abad ke-16. Keluarga ini kemudian terlibat dalam sengketa suksesi di dalam keluarga Shiba, yang menjadi salah satu faktor utama pecahnya Perang Ōnin (1467–1477). Konflik ini memicu persaingan sengit di dalam klan Oda, terutama antara cabang Iwakura yang dipimpin oleh Oda Ise no Kami dan cabang Kiyosu yang dipimpin oleh Oda Yamato no Kami. Salah satu garis keturunan dari cabang terakhir, yang mencakup salah satu dari tiga pejabat (三奉行 sambugyō) cabang Yamato no Kami, akhirnya memenangkan konflik internal tersebut. Kemenangan ini diraih oleh Oda Nobuhide (織田信秀, 1510–1551) bersama putranya Nobunaga. Pada tahun 1540-an, Nobuhide mengalahkan saingannya Oda Yamato no Kami Michikatsu (織田大和守道勝) dan muncul sebagai seorang daimyo pada masa sengoku dengan ambisi regional. Putranya, Nobunaga, memperkuat kekuasaan keluarga dengan menyingkirkan Oda Nobutomo (織田信友) dari Kiyosu pada tahun 1555, yang sebelumnya telah membunuh shugo Shiba Yoshimune (斯波義統, 1513–1554). Pada tahun 1561, ia mengusir shugo terakhir Owari, Shiba Yoshikane (w. 1572), yang menandai berakhirnya kekuasaan keluarga Shiba.[2]