Moderasi konten
Kick memiliki kebijakan yang lebih longgar terhadap pelanggaran hak cipta, ujaran kebencian, konten perjudian, pelecehan, dan konten seksual. Namun, pedoman komunitasnya melarang perilaku-perilaku tersebut, serta doksing dan perilaku kekerasan.[5][17] Seorang perwakilan situs web mengatakan pada Maret 2023 bahwa Kick sedang dalam proses memperluas upaya moderasi dan bahwa mereka tidak mentolerir ujaran kebencian maupun pelanggaran hak cipta.[5]
Sebuah artikel New York Times menyatakan bahwa beberapa pembuat konten situs web tersebut telah melakukan hal yang terlihat tindak pidana, seperti pelecehan seksual dan masuk tanpa izin saat melakukan siaran.[18] Pembuat konten lain dari platform tersebut telah melakukan senggama saat streaming, menampilkan mainan seks kepada anak-anak dan membuat komentar seksual terhadap gadis di bawah umur. Setelah dilarang dari Twitch karena apa yang disebut platform streaming sebagai "perilaku kebencian yang tidak dimoderasi di obrolan" pada tahun 2023, streamer Adin Ross pindah ke Kick, di mana ia melakukan siaran langsung Super Bowl, menjelajahi Pornhub dan mengundang nasionalis kulit putih Nick Fuentes dalam siaran langsung.[5][17][18]
Kick disebut sebagai "tempatnya orang-orang tidak bermoral" oleh Kristin Gillespie, salah satu pendiri Rights to Unmute yang berbasis di New York, sebuah organisasi nirlaba yang berupaya memerangi rasisme, fanatisme, dan pelecehan dalam dunia permainan. Ia mengatakan pada Mei 2024 bahwa Kick telah membiarkan perilaku yang terlalu seksual dan, terkadang, "perilaku predator" di platform tersebut.[3] Pengalir Kick, Hikaru Nakamura, mengatakan bahwa Kick sedang dalam perjalanan awalnya yang sama seperti situs media sosial yang lain, termasuk Twitch, yang menurutnya pertama kali dimulai "sangat liar". Nakamura lebih lanjut mengatakan bahwa biasanya butuh waktu bagi situs web seperti itu untuk beradaptasi.[18]
CEO Kick, Ed Craven, menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa "orang-orang sadar [kalau] semakin kontroversial mereka, semakin besar unsur kejutan dalam konten mereka, semakin banyak penonton yang mereka dapatkan, dan terkadang hal itu bisa menjadi kombinasi yang berbahaya". Ia menambahkan bahwa Kick sedang dalam proses beradaptasi dan memutuskan jenis konten apa yang dianggap bisa diterima.
Pada akhir tahun 2023, kreator konten Kick, Ice Poseidon dan Sam Pepper, ditahan oleh polisi Australia setelah insiden yang melibatkan seorang pria yang mereka temui pada hari itu. Mereka mencoba merekam pria tersebut dan seorang pekerja seks, yang keduanya setuju untuk direkam saat melakukan aktivitas seksual. Orang yang bertemu dengan wanita itu mengarahkan kamera kepadanya. Wanita itu sekali lagi setuju untuk direkam. Tanpa sepengetahuan pekerja seks tersebut, ia sedang dialirkan langsung oleh kamera. Interaksi dengan pekerja seks tersebut terjadi di ruang tamu. Setelah beberapa menit pertemuan tersebut, wanita itu kemudian mengatakan bahwa ia dapat pesan dari seorang teman yang memperingatinya bahwa pertemuan itu adalah jebakan: Denino dan Sam Pepper bersembunyi di kamar tidur yang bersebelahan dan menonton siaran tersebut.[19][20]
Ed Craven, pendiri dan pemilik platform aliran Kick, aktif dalam obrolan aliran saat kejadian ini berlangsung, mengirimkan emotikon tertawa.[20][19][21]
Wanita itu mencoba meninggalkan kamar hotel tetapi untuk sementara dihalangi oleh orang yang ketiga sesama pengalir juga. Wanita itu kemudian menyebut situasi itu "menyeramkan" dan mencoba pergi lagi. Pria itu bersikeras bahwa cuman ada mereka berdua dan mengejarnya ketika dia pergi. Kemudian, Denino dan Pepper keluar dari hotel dan ditangkap oleh petugas polisi. Mereka kemudian dibebaskan tanpa dakwaan. Setelah kejadian tersebut, beberapa pengalir mempertimbangkan untuk meninggalkan platform dan beberapa bersumpah untuk pergi.[20]
Menanggapi terhadap insiden dan reaksi negatif, Kick memperbarui pedomannya, menambahkan tombol laporan untuk konten yang melanggar aturan dan memperkenalkan peraturan tentang partisipasi staf dalam aliran langsung "berisiko tinggi".[18]
Pada akhir tahun 2024, Kick menerapkan perubahan pada kebijakan judi untuk menanggapi kekhawatiran atas konten yang merugikan dan eksploitatif. Efektif mulai 1 Februari 2025, platform ini hanya mengizinkan siaran perjudian dari situs yang menggunakan verifikasi KTP untuk memastikan pengguna berusia minimal 18 tahun.[22]
Siaran langsung kematian seorang streamer
Pada malam tanggal 17–18 Agustus 2025, Jean Pormanovemeninggal dunia saat melakukan siaran langsung. [23] Pormanove telah menjadi sasaran pelecehan, penghinaan, dan kekerasan fisik berulang kali secara langsung di aliran langsung oleh dua rekannya, yang diidentifikasi sebagai "Naruto" (nama asli Owen Cenazandotti) dan Safine Hamadi. [24] Aliran langsungnya dikenal karena sering memperlihatkan dirinya menjadi sasaran perlakuan buruk, dengan rekaman kekerasan tersebut disiarkan kepada penonton selama berbulan-bulan.[25]
Kantor Kejaksaan Nice telah meluncurkan penyelidikan hukum terkait penyebab kematiannya.[23] Peristiwa tersebut memicu keprihatinan resmi dari pemerintah Prancis. Clara Chappaz, Menteri Delegasi Prancis bidang Digital, menggambarkan peristiwa tersebut sebagai sesuatu yang "mengerikan sekali" dan merujuk masalah tersebut kepada regulator audiovisual, ARCOM.[26][25] Pada tanggal 20 Agustus 2025, Kick mengumumkan bahwa mereka telah memblokir akun-akun tersebut: "Semua rekan pengalir yang berpartisipasi dalam aliran langsung ini telah diblokir sambil menunggu penyelidikan hukum yang sedang berlangsung" dan memastikan bahwa pihaknya telah "mengakhiri kerja sama dengan mantan agensi media sosial Prancis" dan melakukan "peninjauan lengkap atas konten berbahasa Prancis.".[27][28][29]
Pada tanggal 26 Agustus, Chappaz mengumumkan bahwa pemerintah akan menggugat Kick atas dugaan kelalaian. Pada hari yang sama, Kejaksaan Paris mengumumkan bahwa penyelidikan akan dibuka untuk menyelidiki apakah Kick telah melanggar Undang-Undang Layanan Digital Uni Eropa dan apakah Kick dengan sengaja menyiarkan "video-video serangan yang disengaja terhadap martabat seseorang". Kick mengkritik keputusan ini sebagai mempolitisasi kematian tersebut.[30][31] Pada tanggal 27 Januari 2026, Cenazandotti dan Hamadi ditahan atas tuduhan penyerangan, hasutan kebencian, pelecehan terhadap orang yang rentan, serta merekam juga menyiarkan gambar-gambar kekerasan sehubungan dengan kematian Pormanove.[32]