Khudayar Khan (bahasa Uzbek: Xudoyorxoncode: uz is deprecated ; sekitar 1829 – 1875) adalah penguasa Khanat Kokand di Asia Tengah yang memerintah dalam tiga masa terpisah antara tahun 1845 hingga 1875. Ia dikenal sebagai tokoh kontroversial dalam sejarah Asia Tengah abad ke-19 karena gaya pemerintahannya yang otoriter, hubungan kompleksnya dengan Kekaisaran Rusia, serta perannya dalam kejatuhan Khanat Kokand ke tangan Rusia.[1]
Kehidupan awal
Khudayar Khan lahir sekitar tahun 1829 di Kokand, anak dari Khan Muhammad Ali. Setelah ayahnya dibunuh dalam perebutan kekuasaan pada tahun 1845, Khudayar yang masih remaja diangkat menjadi Khan dengan dukungan faksi bangsawan tertentu di istana.[2]
Masa awal pemerintahannya ditandai dengan ketidakstabilan politik akibat konflik antar bangsawan dan tekanan dari gerakan religius di Fergana.
Pemerintahan pertama (1845–1858)
Sebagai penguasa muda, Khudayar Khan berada di bawah pengaruh kuat para penasehat dan jenderalnya. Ketika dewasa, ia mulai menegakkan kekuasaan absolut dan menyingkirkan lawan politiknya, termasuk anggota keluarganya sendiri. Kebijakan pajak yang berat dan korupsi pejabat memicu pemberontakan rakyat pada tahun 1858, yang mengakibatkan penggulingannya dan pengasingan sementara.[3]
Pemerintahan kedua dan ketiga
Khudayar Khan kembali ke tahta dua kali—pertama pada 1862 untuk waktu singkat, dan kemudian pada 1865 dengan dukungan Rusia. Dalam periode terakhir pemerintahannya, ia berupaya memodernisasi administrasi negara dan memperkuat hubungan diplomatik dengan Kekaisaran Rusia.
Meskipun demikian, kebijakannya yang pro-Rusia menimbulkan ketidakpuasan di kalangan bangsawan dan ulama lokal, yang menuduhnya mengkhianati kepentingan Islam dan kemerdekaan Kokand.[4]
Pemberontakan dan kejatuhan
Pada tahun 1875, kebijakan pajak baru yang membebani rakyat memicu pemberontakan besar di Fergana. Pemberontakan tersebut dipimpin oleh putranya sendiri, Nasruddin Khan, dengan dukungan kelompok anti-Rusia. Khudayar melarikan diri ke Osh dan meminta perlindungan kepada pasukan Rusia di wilayah Turkestan. Tak lama setelah pelariannya, pasukan Rusia memanfaatkan kekacauan di Kokand sebagai alasan untuk menduduki wilayah tersebut secara penuh.[5]
Khudayar Khan meninggal dalam pengasingan pada tahun yang sama (1875), dan kematiannya menandai berakhirnya era kemandirian Khanat Kokand sebelum dianeksasi oleh Kekaisaran Rusia pada tahun 1876.[6]
Warisan
Meskipun sering dianggap sebagai penguasa lalim, Khudayar Khan meninggalkan sejumlah peninggalan arsitektur penting, termasuk pembangunan Istana Khudayar Khan di Kokand, yang kini menjadi museum sejarah dan salah satu bangunan paling megah dari era Kekhanan di Asia Tengah.[7]
Bangunan tersebut merepresentasikan gaya arsitektur Fergana abad ke-19 yang dipengaruhi oleh tradisi Islam Asia Tengah dan elemen dekoratif Persia.
↑Holzwarth, Walter (1998). "Relations Between the Khanate of Kokand and the Russian Empire, 1840–1876". Central Asian Survey. 17 (4): 627–646. doi:10.1080/02634939808401073.
↑Pierce, Richard A. (1960). Russian Central Asia, 1867–1917: A Study in Colonial Rule. University of California Press. hlm.42.
↑Levi, Scott C. (2017). The Rise and Fall of Khoqand, 1709–1876: Central Asia in the Global Age. University of Pittsburgh Press. hlm.302. ISBN978-0-8229-6463-1.
↑Fierman, William (1991). Language Planning and National Development: The Uzbek Experience. De Gruyter Mouton. hlm.88. ISBN978-3-11-086633-9.