Khouw Tjoen (meninggal pada tahun 1831), atau juga ditulis sebagai Khouw Tjoen Ko, dulu adalah seorang pemilik kapal dan pebisnis berlatar belakang Tionghoa Indonesia yang paling dikenal sebagai pendiri dari Keluarga Khouw dari Tamboen, salah satu keluarga 'Tjabang Atas' terkemuka di Hindia Belanda.[1][2][3][4]
Khouw Tjoen kemudian pindah ke Batavia (kini Jakarta), ibu kota Hindia Belanda, di mana ia akhirnya menetap dan beranak pinak.[1][3] Melalui pernikahannya dengan seorang wanita Peranakan, Khouw Tjoen dianugerahi dua orang putra, yakni Khouw Tian Sek dan Khouw Tian Ho, serta seorang putri, yakni Khouw Kang Nio. Khouw Tjoen lalu juga mengadopsi putra dari Khouw Shio, yakni Khouw Tay Hien.[4]
Khouw akhirnya meninggal pada tahun 1831 di Batavia.[5] Putra sulungnya, Khouw Tian Sek, pun menggantikannya sebagai kepala keluarga Khouw, dan kemudian mendapat jabatan kehormatan Letnan-tituler Cina.[1][4] Karena jabatan tersebut hanya merupakan bentuk penghormatan, maka jabatan tersebut tidak memberinya tanggung jawab apapun. Walaupun begitu, jabatan tersebut menandai kenaikan keluarga Khouw ke Tjabang Atas.[3][4]