Khairulizam Abdul Rahman (lahir 12 Maret 1973), yang dikenal sebagai Khir Rahman, adalah seorang aktor, sutradara, musisi, komposer, penulis skenario, dan pembawa acaraMalaysia. Ia adalah putra dari pasangan penyanyi pop Yeh Yeh terkenal, Almarhum Dato' A. Rahman Hassan dan Almarhumah Datin Azizah Mohamad. Ia menonjol melalui film pertamanya sebagai sutradara, ...Dalam Botol, perannya sebagai Kemawas dalam Hikayat Merong Mahawangsa dan perannya sebagai Jijoe dalam Rock Oo!. Ia memiliki seorang adik laki-laki bernama Khairul Azmi Abd Rahman.
Kehidupan awal
Ia lahir dengan nama Khairulizam bin Abdul Rahman pada tanggal 12 Maret 1973 dan merupakan anak dari pasangan penyanyi pop Yeh-Yeh yaitu Datuk A. Rahman Hassan dan Datin Azizah Mohamad. Tumbuh besar di Johor, darah seni mengalir kuat dalam tubuhnya hingga sekarang.
Karier
Teater
Ia memulai kariernya di bidang seni melalui teater di Akademi Seni dan Warisan Kebangsaan (ASWARA). Di antara orang-orang sezamannya adalah Zul Huzaimy, Adlin Aman Ramlie dan putri artis Mariani, Melissa Saila.
Ia kembali ke panggung teater saat mendapat tawaran memerankan tokoh Aduka dalam teater Semerah Padi. Ia berpasangan dengan Fauzi Nawawi dan Jue Aziz.[2]
Musik
Khir Rahman juga populer sebagai komposer lagu-lagu etnik kreatif. Lagu terpopulernya adalah Mahligai Permata yang dinyanyikan oleh Siti Nurhaliza yang diambil dari album Sahmura tahun 2000. Khir juga merekam album solo pada tahun 2004 di bawah label MIG Music berjudul Filsafat.
Khir Rahman juga menjadi vokalis grup Iklim menggantikan Saleem dan Azmani, serta merekam lagu 'Pergimu Satu Tanda'.[3]
Film
Ia akhirnya ditawari untuk berakting dalam film Puteri Gunung Ledang dengan peran sebagai Tun Mamat. Dampak dari penampilannya di film tersebut membuatnya menerima tawaran pada tahun berikutnya, dengan 3 film dirilis pada tahun 2005.
Sebagai penulis cerita, ia juga turut serta memproduksi film Syaitan.
Kesempatannya sebagai sutradara tiba ketika ia ditawari oleh produser Raja Azmi untuk menyutradarai film kontroversial, ...Dalam Botol. Berkat arahannya, film ini mendapat pujian di luar negeri dan mengharumkan namanya di dunia penyutradaraan.[4] Ia kemudian menyutradarai film keduanya, drama romantis Balada Pencinta yang dibintangi Johan As'ari dan Siti Saleha.[5]