Fahmi melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum (FH) Unand. Ia memperoleh gelar sarjana pada 2004, lalu melanjutkan pendidikan magister di tempat yang sama hingga lulus pada 2010.[2] Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dan lulus pada 2019.[3]
Karier akademik
Fahmi diangkat menjadi dosen tetap di Departemen Hukum Tata Negara FH Unand pada 2010. Ia kemudian diangkat menjadi staf ahli rektor bidang hukum pada 2019-2022 dan Wakil Dekan II FH Unand pada 2022-2024.[1] Selama menjadi dosen, ia terlibat dalam beberapa organisasi di FH Unand seperti Pusat Studi Hak Asasi Manusia (PUSHAM), Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO), dan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH).[3]
Pada Januari 2024, Fahmi diangkat menjadi Wakil Rektor II oleh Rektor Unand, Efa Yonnedi. Namun pada April 2024, muncul penolakan dari Majelis Wali Amanat Unand karena Fahmi dianggap tak memenuhi syarat dari sisi masa pengalaman sehingga ia diberhentikan dari jabatan wakil rektor. Ia kemudian melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang. PTUN Padang akhirnya memenangkan gugatan Fahmi.[4] Meski rektor Unand bersedia mengembalikan jabatan tersebut, Fahmi memilih untuk tak mengambil posisi wakil rektor.[5]
Di luar pekerjaannya sebagai dosen, Fahmi adalah seorang pengacara. Ia pernah mengetuai beberapa organisasi seperti Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Sumbar pada 2008-2012 dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumbar pada 2011-2014.[3]
Sebagai lulusan Ashhabul Yamin dan MTI Candung, Fahmi menjadi pengurus dalam beberapa lembaga yang terkait dengan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Ia menjadi salah satu pengurus Yayasan Syekh Sulaiman Arrasuli sejak 2009. Pada 2021, ia menjabat sebagai Sekretaris Perti Sumatera Barat.[1]