Artikel ini tidak memiliki kotak info. Anda mungkin ingin menambahkan sebuah kotak info, agar artikel menyerupai tampilan standar untuk topik ini. Halaman pembicaraan ini mungkin berisi spanduk proyek relevan yang menyediakan kotak info standar untuk jenis artikel ini. Lihat pula Kategori:Templat kotak info dan Wikipedia:ProyekWiki Kotak info.
Keripik singkongKeripik singkong balado
Keripik singkong adalah makanan yang terbuat dari singkong yang diiris tipis kemudian digoreng dengan menggunakan minyak goreng.[1] Biasanya rasanya adalah asin dengan aroma bawang yang gurih. Perkembangan sekarang banyak memunculkan variasi rasa keripik singkong, tidak hanya asin gurih tetapi juga asin pedas dan manis pedas atau dikenal sebagai bumbu balado.[2] Makanan ini tersebar hampir merata di seluruh Pulau Jawa.
Cara memilih singkong
Memilih dan memilih singkong bisa dibilang gampang-gampang susah. Bagi yang baru berkenalan dengan keluarga umbi-umbian ini bisa terapkan tips berikut untuk memilih singkong yang tepat sebelum mengolahnya jadi keripik nikmat.
Pilih singkong yang masih segar, masih segar baru dicabut dari tanah. Memang agak sulit untuk memastikan ini kecuali Anda menanam singkong sendiri di kebun belakang rumah. Bila memungkinkan beli lah singkong ketika baru datang atau diturunkan dari mobil pengepul. Biasanya singkong ini masih segar dan baru pasca panen.
Cara lainnya pilihlah singkong yang memiliki kulit tidak terkoyak. Kulitnya masih mulus, segar, dan tidak ada tanda-tanda kecacatan. Sebut saja terkelupas.
Umumnya singkong empuk memiliki tanda kulit ari yang sudah mulai mengelupas. Perhatikan kulit arinya yang tampak kasar yang biasa disebut kriwil-kriwilnya dalam Bahasa Jawa.
Saat mengupas, kulit singkong yang bisa mudah terkelupas kulitnya, pasti kualitas bagus (empuk). Ini salah satu pertanda kualitas singkong yang baik.
Perhatikan pula pada bagian penampang daging. Apabila nampak sebuah pola lingkaran berwarna kehijauan serta kebiruan, urungkan niat untuk membeli singkong tersebut. Singkong jenis ini sudah tak layak untuk dikonsumsi.
Singkong yang memiliki daging berwarna krim biasanya sangat empuk. Namun bukan berarti singkong yang berwarna daging putih tidak kalah empuk.
Jika mendapati singkong yang di bagian dagingnya nampak keras, tidak berserat, serta kasar, biasanya tidak empuk. Jangan memilih singkong dengan ciri tersebut.
Jika singkong telah dikupas maka cara menyimpannya dengan direndam dalam air. Masukkan kemudian dilemari es dengan bagian daging singkong terendam penuh.
Jika singkong belum dikupas simpan di tempat terbuka, jangan menyimpan singkong di suhu atau ruangan yang lembap.[3]
Teknik pengolahan singkong
Dalam proses pembuatannya, singkong diiris tipis terlebih dahulu, lalu diberi bumbu atau direndam dalam larutan garam sebelum digoreng sampai garing. Teknik pengolahan tersebut umumnya dilakukan secara sederhana dan diwariskan secara turun-temurun. Di berbagai daerah pedesaan, keripik singkong banyak diproduksi oleh masyarakat setempat dalam skala rumah tangga, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun dipasarkan di pasar tradisional.[4]
Asal-usul keripik singkong
Singkong (Manihot esculenta) berasal dari Amerika Selatan dan telah menjadi makanan pokok bagi penduduk asli sebelum kedatangan Christopher Columbus. Budidaya singkong berkembang melalui periode kolonialisasi Spanyol dan Portugis, yang kemudian memperkenalkannya ke Indonesia pada abad ke-16. Mengamati kesuburan tanah di Indonesia, singkong tumbuh dengan subur dan mulai dibudidayakan secara komersial sekitar tahun 1810.[butuh rujukan] Tanaman ini lalu tumbuh subur di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatra, hingga Sulawesi, dan di sejumlah daerah dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pangan utama masyarakat.[4]
Negara tujuan ekspor keripik singkong
Menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah,[5] keripik singkong asal Indonesia memiliki potensi ekspor yang cukup besar karena tingginya minat pasar terhadap produk makanan ringan berbahan lokal. Beberapa negara yang dinilai berpotensi menjadi tujuan ekspor antara lain Hong Kong, Jerman, dan Korea Selatan.[5] Untuk itu, sejumlah produsen mulai menerapkan metode pengolahan yang lebih ramah lingkungan serta memanfaatkan bagian-bagian singkong secara lebih optimal. Selain itu, perkembangan teknik pengolahan dan pengemasan turut berperan dalam meningkatkan kualitas produk serta daya saing keripik singkong di pasar internasional.[4]
Hong Kong dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan ekonomi di Asia[6] dengan aktivitas bisnis internasional yang tinggi. Kota ini juga menjadi tujuan wisata dan pasar bagi berbagai produk impor, termasuk makanan olahan. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memasarkan produk pangan ringan, termasuk keripik singkong.[6] Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Hong Kong yang terus berkembang turut mendukung peningkatan kerja sama perdagangan kedua wilayah.
Korea Selatan merupakan negara yang memiliki pengaruh besar dalam aktivitas ekspor keripik singkong yang dikirim melalui Pelabuhan Belawan.[7] Perkembangan hubungan perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan juga turut memperluas distribusi produk pangan Indonesia di negara tersebut. Sejumlah makanan ringan berbahan singkong, ubi, pisang, dan tempe dari Indonesia telah dipasarkan di Korea Selatan dan memperoleh respons positif dari konsumen setempat, terutama sebagai makanan pendamping saat musim dingin.[5]
Di benua Eropa, Jerman[8] menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar. Sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor industri dan teknologi, sehingga kebutuhan produk makanan praktis dan siap konsumsi cukup tinggi. Situasi ini mendorong importasi berbagai jenis makanan ringan dari negara lain, termasuk produk keripik dari Indonesia. Dengan demikian, pasar Jerman dinilai memiliki peluang bagi pengembangan ekspor makanan ringan Indonesia ke kawasan Eropa.[8]