Kereta Api Taiwan (Hanzi:臺灣鐵路; Pinyin:Táiwān tiělù) atau Taiwan Railway (TR) adalah perusahaan kereta api konvensional milik negara di Taiwan. Perusahaan ini dioperasikan oleh Perusahaan Kereta Api Taiwan di bawah pengawasan Kementerian Perhubungan dan Komunikasi, yang bertanggung jawab atas pengelolaan, pemeliharaan, dan pengoperasian layanan kereta api penumpang dan barang konvensional di sepanjang jalur rel sepanjang 1.097 km (682 mil) di Taiwan.[1] Jumlah penumpang pada tahun 2018 mencapai 231.267.955 orang.[2]
Sebelumnya, kereta api ini dioperasikan oleh Administrasi Kereta Api Taiwan (TRA). Pada 1 Januari 2024, Administrasi Kereta Api Taiwan berubah menjadi badan usaha milik negara, yaitu Perusahaan Kereta Api Taiwan.[3]
Pembangunan jaringan kereta api di Taiwan dimulai antara Keelung dan Hsinchu pada tahun 1887 di bawah Dinasti Qing dan diperluas secara signifikan oleh Departemen Kereta Api selama masa pendudukan Jepang.[4] Akibatnya, pengaruh dan warisan Jepang masih bertahan hingga saat ini pada perkeretaapian Taiwan.[5] Kesamaan antara TR dan perusahaan Japan Railways (JR) dapat ditemukan dalam aspek persinyalan, rambu-rambu, tata letak rel, pengendalian tarif, arsitektur stasiun, dan prosedur operasional. Sebagai pangkalan selatan Jepang selama Perang Dunia II, jaringan kereta api Taiwan mengalami kerusakan parah akibat serangan udara Sekutu. Setelah Jepang menyerah pasca Perang Dunia II, Administrasi Kereta Api Taiwan (TRA) didirikan pada 5 Maret 1948 untuk merekonstruksi dan mengoperasikan infrastruktur kereta api, dengan Lang Chung-lai sebagai direktur jenderal pertamanya.[6]
Departemen Perkeretaapian Kantor Gubernur Jenderal Taiwan pada September 2021
TRA adalah organisasi pemerintah yang berada di bawah Kementerian Perhubungan dan KomunikasiTaiwwan (MOTC) dan mempekerjakan sekitar 13.500 orang (4.700 di bidang transportasi dan 7.700 di bidang pemeliharaan) serta secara langsung mengoperasikan sekitar 682 mil jalur kereta api dengan lebarsepur 3 kaki 6 inci (1.067 mm).[7] Tiga jalur utama membentuk lingkaran lengkap di sekitar pulau.[8]Jalur Pantai Barat TRA dan segmen Badu-Hualien sebagian besar dilengkapi dengan jalur ganda, elektrifikasi, sistem sinyal cahaya berwarna modern dan sinyal kabin, perlindungan tabrakan, serta pengendalian lalu lintas terpusat (CTC).[9]JalurPenghubung Selatan, jalur Pantai Timur Taitung (dikonversi dari lebar sepur 762 mm), dan tiga cabang jalur "wisata" merupakan jalur tunggal yang tidak terelektrifikasi.
Sejak awal 1980-an, proyek-proyek peningkatan infrastruktur kereta api konvensional didanai secara nasional dan dikelola oleh Biro Rekonstruksi Kereta Api di bawah Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC), kemudian diserahkan kepada TRA untuk pengoperasiannya.[10] Medan geografis Taiwan yang menantang membuat semua jalur kereta api dilengkapi dengan banyak terowongan dan jembatan panjang. Pembangunan jalur ganda sering kali memerlukan pembangunan jalur kereta api tunggal paralel atau terowongan penghubung pada jalur baru. Jalur kereta api berkecepatan tinggi (HSR) dengan lebar rel standar senilai US$14,5 miliar dibangun dan dioperasikan oleh kemitraan publik-swasta terpisah berdasarkan konsesi selama 35 tahun,[11] namun TRA menyediakan layanan penghubung ke terminal HSR. Meskipun TRA mengoperasikan seluruh kereta komuter, organisasi semi-swasta lainnya mengoperasikan kereta bawah tanah di Taipei dan Kaohsiung. [sumber diperlukan]
Layanan penumpang kereta lokal dan antarkota (pukul 05.00–01.00, dengan sangat sedikit kereta malam) beroperasi dengan tingkat ketepatan waktu sebesar 95,3%. Jumlah penumpang pada tahun 2008 mencapai 179 juta orang (dengan total jarak tempuh penumpang sebesar 5,45 miliar mil), yang menghasilkan pendapatan sebesar US$434 juta.[12] Kereta komuter mengangkut 76% penumpang (43% dari jarak tempuh penumpang). WCML mengangkut >90% jumlah penumpang. Layanan angkutan barang curah kereta lepas dan kereta unit TRA terutama mengangkut agregat (58% dari tonase), semen (26%), dan batu bara (9%). Pada tahun 2008, 9,5 juta ton barang (481 juta ton-mil) menghasilkan pendapatan sebesar US$28,6 juta. Layanan kontainer terbatas beroperasi antara pelabuhan Hualien dan pinggiran kota Taipei, tetapi pembatasan ukuran muatan menghalangi operasi piggyback. Selama musim topan, truk-truk kecil diangkut dengan gerbong datar ketika jalan raya ditutup akibat banjir atau tanah longsor.[13]
Dulu, jaringan kereta api ringan milik pengirim barang (lebar sepur 762 mm, tidak pernah dioperasikan oleh TRA) menangani layanan angkutan barang di seluruh Taiwan dan pernah memiliki panjang jalur mencapai 1.800 mil. Kini sebagian besar sudah tidak beroperasi lagi, jaringan ini dulunya melayani industri-industri penting seperti gula, penebangan kayu, batu bara, garam, dan mineral.[14]
Biaya tenaga kerja, tunjangan pensiun, utang modal, perubahan demografi, persaingan dari jalan raya, dan kebijakan tarif rendah mengakibatkan defisit akumulatif mendekati US$3,3 miliar.[16] Meskipun dianggap besar dan problematis secara lokal, defisit TRA tidak seberapa jika dibandingkan dengan defisit yang dialami oleh badan transportasi Eropa dan AS, serta Japan National Railways (JNR) sebelum privatisasi pada tahun 1987. Seperti JNR dan otoritas transportasi AS, pembayaran bunga utang jangka panjang menjadi beban yang signifikan bagi TRA. Perencanaan restrukturisasi TRA telah berlangsung sejak tahun 2000.[17]
Pertumbuhan jaringan jalan raya belakangan ini serta meningkatnya persaingan dari perusahaan bus dan maskapai penerbangan telah menyebabkan penurunan jumlah penumpang kereta api jarak jauh (kecuali selama liburan besar seperti Tahun Baru Imlek), meskipun perjalanan jarak pendek dan menengah masih banyak dimanfaatkan oleh para komuter dan pelajar. Jalur kereta kecepatan tinggiTHSR tidak dioperasikan oleh TR, dan juga menjadi sumber persaingan utama. Untuk mengimbangi hal ini, TR mulai menekankan pada pariwisata dan layanan komuter jarak pendek. Hal ini telah menyebabkan beroperasinya beberapa kereta wisata khusus ke daerah-daerah pemandangan indah dan pemandian air panas, penambahan gerbong makan (yang awalnya dianggap tidak perlu karena ukuran Taiwan yang relatif kecil), serta konversi beberapa jalur cabang kecil untuk menarik wisatawan. Selain itu, beberapa stasiun baru telah ditambahkan di kawasan metropolitan utama, dan layanan komuter lokal ditingkatkan. Kotak makan siang tetap menjadi produk terpopuler perusahaan dengan penjualan mencapai NT$320 juta (US$10,8 juta) pada tahun 2010 (sekitar 5% dari pendapatan tahunannya).[18]
Pada tanggal 31 Desember 2010, TR menandatangani kontrak senilai NT$10,6 miliar dengan Sumitomo Group dan Nippon Sharyo untuk penyediaan 17 rangkaian kereta miring yang mampu melaju dengan kecepatan 150 km/jam (93 mph).[19] Kereta rel listrik dengan delapan gerbong ini dikirimkan antara tahun 2012 hingga 2014 untuk layanan Taroko Express yang beroperasi antara Taipei dan Hualien di jalur pantai timur. Sistem ini mencetak rekor harian pada 5 Februari 2011 selama perayaan Tahun Baru Imlek, dengan mengangkut 724.000 penumpang dalam sehari.[20]
↑"Transportation". A Brief Introduction to Taiwan. ROC Government Information Office. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-05-18. Diakses tanggal 2006-05-19.
↑"Statistics". railway.gov.tw. Diakses tanggal 28 October 2019.
↑Kuan, Renjian (管仁健). 台灣的中國教育與日本鐵路[Taiwan’s Chinese Education and Japanese Railroads]. In The Taiwan You Don’t Know (Blog). Diakses tanggal 9 July 2010.
↑博物館: 臺灣鐵路發展時段[Museum Pages: Taiwan Railways Development Timeline]. Taiwan Railways Administration. Diakses tanggal 9 July 2010.
↑Abbott, James (ed.) Jane’s World Railways, 38th Ed., Coulsdon, Surrey, England, 1996.
↑交通部台灣鐵路管理局 號誌裝置養護檢查作業程序[TRA Signalling Equipment Maintenance Inspection Standard Operating Procedures](doc). Banqiao: Taiwan Railways Administration, Ministry of Transportation and Communications. 2003. Diakses tanggal 16 February 2010.
↑2007交通部鐵路改建工程局局務概況[2007 Annual Report Summary](PDF). Railway Reconstruction Bureau, Taiwan Ministry of Transportation and Communications. Diakses tanggal 11 July 2010.
↑"Taiwan Railway Administration High-Speed Network". Railway Technology. Verdict Media Ltd. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-02-09. Diakses tanggal 2021-04-04. The total project is valued at $13bn and was funded by the Taiwan High-Speed Rail Corporation (THSRC) under a 35-year concession agreement, signed in 1998.
↑Ministry of Transportation and Communication, Taiwan Railways Administration, Accounting Office. 2008 Statistical Annual Report. Banqiao, Taiwan, 2008. Retrieved from railway.gov.tw on 15 March 2010.
↑Chen, Shiyi (陳世圯); Huang, F.J. (黃豐鑑). 政府應積極推動鐵路法修正案以協助台鐵渡過經營困境[Government Should Proactively Promote Railroad Reform Bill to Assist TRA in Overcoming Financial Operating Difficulties]. National Policy Research Foundation, Analysis Report 097-014. Diakses tanggal 13 July 2010.
↑Tseng, Tsingnaw (曾鴻儒) (10 June 2010). 沿線土地多 活化啟生機/都市更新 救台鐵虧損[Plentiful En-route Real Estate Revitalization and Economic Development/Urban Renewal Helps Taiwan Railways Administration to Recoup Losses]. Liberty Times. Diakses tanggal 13 July 2010.
↑Reddy, Alla, A. Lu, and T. Wang. Subway Productivity, Profitability, and Performance: A Tale of Five Cities. In Press, TRB Paper No. 10-0487. In Transportation Research Record 2143, Transportation Research Board of the National Academies, Washington, D.C, 2010.