Wilayah Katalonia pertama kali disebutkan dalam Liber maiolichinus de gestis Pisanorum illustribus, sebuah kronikPisa yang ditulis dari tahun 1117 hingga 1125 mengenai penaklukan Minorca. Pada saat itu, entitas politik yang bernama Katalonia masih belum berdiri, walaupun penggunaan istilah ini tampaknya merupakan pengakuan Katalonia sebagai entitas geografi atau budaya.
Wilayah-wilayah Kepangeranan Katalonia secara perlahan disatukan oleh Count Barcelona. Pada tahun 1137, wilayah Count Barcelona dengan Kerajaan Aragon disatukan oleh satu dinasti, sehingga berdirilah entitas Mahkota Aragon. Namun, Aragon dan Katalonia tetap mempertahankan struktur politik dan tradisi hukumnya. Kedua wilayah ini menggunakan bahasa yang berbeda (bahasa Aragon dan Katalan), sehingga wilayah Katalonia perlu diakui sebagai entitas politik yang terpisah.
Katalonia pertama kali dianggap sebagai entitas hukum pada masa kekuasaan Alfons II dari Aragon (berkuasa 1164-1196).[2] Namun, istilah "Kepangeranan Katalonia" baru digunakan secara resmi pada abad ke-14.
Catatan kaki
↑Simon i Tarrés, Antoni. La població catalana a l'epoca moderna. Síntesi i actualització . Barcelona, 1992 p. 217-258 (in Catalan)
↑Sesma Muñoz, José Angel. La Corona de Aragón. Una introducción crítica. Zaragoza: Caja de la Inmaculada, 2000 (Colección Mariano de Pano y Ruata - Dir. Guillermo Fatás Cabeza). ISBN84-95306-80-8.