Kencong adalah kecamatan di Kabupaten Jember yang terletak di barat daya dan merupakan salah satu kecamatan terjauh dari ibu kota Jember (yaitu sekitar 45 km). Kencong merupakan kota kecil yang menjadi salah satu pusat ekonomi Jember bagian selatan. Kencong dilintasi jalur provinsi yang menghubungkan Jember dan Lumajang.[1] Pusat kecamatan Kencong merupakan kota kecil yang ramai dengan alun-alun, pasar, masjid besar, dan fasilitas lainnya. Kencong memiliki garis pantai yang panjang di sebelah selatan dan dilintasi Jalur Lintas Selatan Jawa (JLS). Pantai-pantai di Kencong memiliki hamparan pasir hitam dengan pemandangan yang indah seperti Pantai Paseban yang terkenal akan pemandangan sunset di sore hari dan background Gunung Semeru dari kejauhan.[2] Ikon lainnya di kecamatan ini adalah Dira Kencong dan LaRisso Kraton yang merupakan pusat perbelanjaan sekaligus obyek wisata.[3]
Pada zaman kolonial Belanda, Kencong merupakan bagian dari Kawedanan Puger. Di masa itu pernah berdiri pabrik gula besar bernama Goenoengsari yang berdiri tahun 1927 tetapi sekarang telah terbengkalai. Pabrik ini dibangun oleh Handels Vereeniging Amsterdam (HVA) bersamaan dengan Pabrik Gula Semboro dan berfungsi sebagai penunjang Pabrik Gula Jatiroto di Lumajang.[4] Kecamatan Kencong pernah mengalami pemekaran wilayah pada tahun 1995. Bagian barat dari Kencong memisahkan diri menjadi kecamatan baru bernama Jombang. Akibat pemekaran itu, hanya tersisa 5 desa yang ada di Kecamatan Kencong dan membuatnya menjadi salah satu kecamatan dengan desa paling sedikit di Kabupaten Jember.[5]
Geografi
Peta administrasi Kecamatan Kencong
Kencong adalah kecamatan yang terletak di pesisir selatan Kabupaten Jember. Geografi Kencong berupa dataran rendah yang didominasi areal persawahan. Desa paling utara di kecamatan ini adalah Desa Kencong yang menjadi pusat kecamatan. Pusat kecamatan ini dilintasi jalur penghubung Puger di timur dan Lumajang di barat. Sedangkan dari utara terdapat jalur dari arah Tanggul. Selain itu, desa paling selatan dari Kencong adalah Paseban yang memiliki garis pantai yang panjang dengan pasir hitam dan pemandangan yang indah. Sungai utama yang melintasi Kencong adalah Kali Tanggul yang membelah pusat kecamatan dan mengalir dari utara ke selatan.
Batas wilayah Kecamatan Kencong adalah sebagai berikut:[6]
Pada zaman kolonial Belanda, Kencong merupakan bagian dari Kawedanan Puger atau sekarang juga disebut GERBANGMASKU (Puger, Jombang, Gumukmas, Kencong, Umbulsari). Di masa itu pernah berdiri pabrik gula besar bernama Goenoengsari yang berdiri tahun 1927 dan sekarang terletak di samping Pasar Baru Kencong. Pabrik ini dibangun oleh Handels Vereeniging Amsterdam (HVA) bersamaan dengan Pabrik Gula Semboro dan Bedadung yang berfungsi sebagai penunjang Pabrik Gula Jatiroto di Lumajang. Selain pabrik gula, di Kencong juga terdapat pemukiman Belanda serta Stasiun Kencong yang dibangun Staatsspoorwegen dan berada di jalur Lumajang menuju Rambipuji. Walaupun baru saja dibangun, krisis ekonomi yang melanda dunia pada tahun 1930-an membuat pabrik ini berhenti beroperasi. Baik stasiun maupun pabrik gula sekarang sudah terbengkalai, sehingga nasibnya berbeda dengan Pabrik Gula Semboro dan Jatiroto yang masih aktif hingga sekarang. Sedangkan pemukiman pegawai pribumi masih dihuni dan sekarang dikenal dengan istilah Kampung Kamaran.[4]
Galeri
Foto udara PG Gunungsari
Ruang turbin dengan pembangkit listrik di PG Gunungsari
Perumahan pegawai PG Gunungsari
Rumah administrator PG Gunungsari
Bioskop di PG Gunungsari
Mesin di PG Gunungsari
Penggilingan tebu PG Gunungsari
Perkebunan PG Gunungsari dengan tulisan HVA
Stasiun Kencong
Bekas bangunan Belanda di Kencong
Demografi
Masjid Besar Al-Falah
Kencong memiliki jumlah penduduk sekitar 71 ribu jiwa pada tahun 2024. Desa dengan penduduk terbesar adalah Desa Kencong dengan penduduk sekitar 26 ribu jiwa.[6] Kecamatan Kencong seperti wilayah Jember lainnya merupakan bagian dari kebudayaan Pendalungan. Hal ini karena masyarakat Kencong dihuni oleh Suku Jawa dan Suku Madura yang hidup berdampingan. Masyarakat Kencong juga banyak yang fasih berbahasa Jawa maupun Madura.[9]
Agama
Sebagian besar penduduk di Kecamatan Kencong beragama Islam (sekitar 98% dari total penduduk). Masjid terbesar di Kencong adalah Masjid Besar Al-Falah di barat alun-alun. Agama kedua terbesar di Kencong adalah Kristen dengan sebagian besar (sekitar 800 jiwa) tinggal di Desa Wonorejo. Salah satu daerah yang dikenal sebagai kampung kristen adalah Dusun Sidoreno di Desa Wonorejo yang terdapat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW).[6]
Organisasi keagamaan yang paling berpengaruh di Kecamatan Kencong adalah Nahdlatul Ulama. Di Kencong berdiri salah satu pengurus cabang NU yaitu PCNU Kencong. Berbeda dari kebanyakan kabupaten di Indonesia, Jember adalah salah satu daerah yang memiliki lebih dari satu PCNU. Hal ini karena NU Kencong memiliki sejarah panjang. NU Kencong diketahui berdiri sekitar tahun 1929, atau 3 tahun setelah deklarasi NU secara nasional. Namun NU Kencong baru resmi menjadi cabang dari NU nasional pada tahun 1937. PCNU Kencong mencakup Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kencong, Jombang, Umbulsari, Puger, dan Gumukmas.[10]
Pendidikan
Kampus INAIFAS (sekarang bernama UAS)
Pondok Pesantren Assuniyah
SMAN 1 Kencong
Walaupun berada di daerah pinggiran, Kecamatan Kencong tidak kalah dari kecamatan lain dari segi pendidikan. Kencong merupakan salah satu sentra pendidikan di Jember bagian selatan. Kencong memiliki pondok pesantren, sekolah menengah, serta perguruan tinggi unggulan. Universitas Al-Falah As-Sunniyah (UAS) adalah perguruan tinggi unggulan di kecamatan ini serta satu-satunya yang berstatus universitas. Perguruan tinggi ini awalnya bernama STAIFAS yang berdiri tahun 1998, kemudian berubah menjadi INAIFAS pada tahun 2023 dan terakhir mengalami peningkatan menjadi universitas pada tahun 2023. UAS dikelola oleh Pondok Pesantren Assunniyyah yang merupakan salah satu pondok terkemuka di Kencong dan didirikan oleh KH. Djauhari Zawawi.[11]
Selain perguruan tinggi, Kencong juga memiliki sekolah unggulan seperti SMAN 1 Kencong dan SMK 5 PGRI Jember. Bahkan SMAN 1 Kencong sendiri menempati posisi ke-5 sebagai sekolah terbaik di Jember berdasarkan nilai UTBK yang dirilis oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) pada tahun 2022. Secara keseluruhan, SMAN 1 Kencong menempati peringkat 149 di Jawa Timur dan 805 Nasional.[12]
Tempat terkenal
Pasar Baru Kencong
Alun-alun Kencong
Masjid Besar Al-Falah
Pasar Baru Kencong
Pasar Igir-igir di Desa Cakru
Pasar Avatar
Eks-Pabrik Gula Gunungsari
Puskesmas Kencong
Pariwisata
Pantai Paseban
Dira Kencong - pusat perbelanjaan sekaligus komplek pariwisata, mencakup Dira Shopping Centre, Dira Waterpark, Dira Beach Cafe, Dira Rustic Cafe, Dira Funtastic Night, Dira Hotel, Dira Carnival, dan lainnya.[3]
LaRisso Kraton - salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Kencong, juga terdapat LarisZoo yaitu wisata waterpark dan minizoo