Kenaikan Yesus ke Surga seperti yang disebutkan dalam Perjanjian Baru telah menjadi subjek berkelanjutan dalam seni rupa Kristen, serta sebuah tema dalam penulisan teologi.[2] Namun, Kenaikan Yesus bukanlah satu-satunya penggambaran kenaikan dan figur lainnyam seperti Santo Yohanes, secara terpisah digambarkan naik ke Surga.[1]
Penggambaran langsung terawal kenaikan bermula pada abad ke-5, sering kali berdasarkan pada representasi Tangan Allah dan pada abad ke-6, ikonografi didirikan.[3][4]
Dalam beberapa penggambaran, (dan biasanya dalam Gereja Timur) Bunda Maria menjadi figur tengah dari kelompok Para Rasul (mewakili Gereja) yang mengadah ke hadapan Yesus yang naik ke surga yang biasanya melakukan pemberkatan dengan tangan kanan-Nya[5][6]
Rabbula Gospels (~ 586) memuat sejumlah gambar tertua Pemyaliban dan Kenaikan, dan dalam penggambaran Kenaikan, Perawan Maria menempati posisi pusat di antara para Rasul;[3] Kristus muncul dalam suatu mandorla di atas, ditemani oleh para malaikat.
Menjelang abad ke-6 ikonografi Kenaikan telah didirikan dan menjelang abad ke-9 adegan Kenaikan sudah digambar pada kubah gereja-gereja.[4]
Adegan Kenaikan secara alamiah terbagi dalam dua zona, bagian surgawi di sebelah atas dan bagian duniawi di sebelah bawah. Kristus yang naik ke sorga dapat digambarkan membawa suatu panji kebangkitan atau membuat tanda pemberkatan dengan tangan kanan-Nya.[1] Gerakan memberkati oleh Kristus dengan tangan kanan ditujukan kepada kelompok manusia duniawi di bawah-Nya dan menunjukkan bahwa Ia memberkati seluruh Gereja.[6] Pada tangan kiri-Nya Ia dapat memegang sebuah kitab Injil atau gulungan, melambangkan pengajaran dan pemberitaan.[6]
Penggambaran Kenaikan dalam Gereja Ortodoks Timur merupakan suatu metafora utama hakikat mistik Gereja.[5] Tradisi Ortodoks berpegang bahwa Perawan Maria hadir dalam peristiwa Kenaikan di mana Vesper Agung Kenaikan menyatakan: "Ia yang sebagai Ibu-Mu menderita pada Kesengsaraan-Mu lebih dari semua orang, seharusnya juga menikmati sukacita yang berlimpah atas pemuliaan daging-Mu."[5] Jadi dalam banyak ikon Timur Perawan Maria menempati pusat adegan dalam penggambaran bagian duniawi, dengan tangannya diangkat ke arah Sorga, sering ditemani oleh berbagai Rasul.[5]
123Renaissance Art: a Topical Dictionary by Irene Earls 1987 ISBN0-313-24658-0 pages 26-27
↑Encyclopedia of World Religions by Johannes P. Schade 2007, ISBN 1-60136-000-2 entry under Ascension.
12Robin M. Jensen "Art in Early Christianity" in The New Westminster Dictionary of Church History by Robert Benedetto 2008 ISBN978-0-664-22416-5 pages 51-53
12Festival Icons for the Christian Year by John Baggley 2000 ISBN0-264-67487-1 pages 137-138