Sejarah
Maskapai penerbangan mulai memisahkan penumpang kelas ekonomi dan kelas satu pada akhir dekade 1970-an. Pada tahun 1976, KLM memperkenalkan layanan tambahan untuk penumpang kelas ekonomi, yang memungkinkan penumpang kelas ekonomi untuk duduk tepat di belakang penumpang kelas satu. Konsep tersebut lalu diikuti oleh sejumlah maskapai, termasuk Air Canada.[5] United Airlines dan Trans World Airlines juga pernah menerapkan konsep tersebut pada tahun 1978, tetapi akhirnya dihentikan karena adanya kritik dari penumpang kelas ekonomi, yang merasa fasilitasnya dikurangi akibat adanya kelas bisnis.[6] United juga mengaku kesulitan melacak penumpang mana yang seharusnya duduk di bagian tertentu di kabin kelas ekonomi pada penerbangan lanjutan.[7] American Airlines juga mulai memisahkan penumpang kelas bisnis dan kelas ekonomi pada tahun 1978, dengan menetapkan bahwa kursi-kursi di bagian tengah pesawat adalah untuk penumpang kelas bisnis.[8]
Pada saat itu, muncul spekulasi di kalangan industri penerbangan bahwa pesawat terbang supersonik akan menarik semua penumpang yang mampu membayar mahal, sehingga kedepannya hanya akan ada kelas supersonik dan kelas subsonik.[5] Pada tahun 1977, El Al mengumumkan rencananya untuk memperkecil kabin kelas satu dan memperluas kabin kelas bisnis pada semua pesawat miliknya, karena mereka memperkirakan bahwa penumpang kelas satu akan beralih ke Concorde.[9]
Pada bulan Oktober 1978, di bawah kepemimpinan CEO Colin Marshall, British Airways memperkenalkan "Club World," sebuah kabin premium dengan berbagai macam fasilitas, sebagai cara untuk lebih membedakan penumpang kelas bisnis dengan kelas ekonomi.[10] Pan Am lalu mengumumkan bahwa mereka akan memperkenalkan "Kelas Clipper" pada bulan Juli 1978,[11] serta Air France dan Pan Am memperkenalkan kelas bisnis pada bulan November 1978.[12] Qantas mengklaim akan meluncurkan kelas bisnis pertama di dunia pada tahun 1979.[13]
Pada tanggal 1 November 1981, Scandinavian Airlines System memperkenalkan EuroClass yang menawarkan fasilitas berupa kabin terpisah, konter check-in tersendiri, dan lounge. Pada saat yang sama, fasilitas kelas satu dihapus dari semua pesawatnya di Eropa.