Diketahui bahwa penduduk asli Kelang Asaude sebelumnya telah bermigrasi dari Pulau Kelang di sebelah utara, hingga akhirnya saat ini bermukim di negeri Kelang Asaude. Sesudah migrasi penduduk asli Pulau Kelang, negeri awal mereka di pulau tersebut akhirnya dihuni oleh pendatang asal Galela dan Sula dari Kepulauan Maluku bagian utara pada abad ke-19, serta etnis Buton yang berasal dari Sulawesi.[3]
Masyarakat
Berikut ini beberapa fam-fam (matarumah) yang secara turun-temurun mendiami negeri Kelang Asaude.[1][4][5]
Bugis
Kelian
Kokouwe
Kotalima
Lakolite
Leurima
Makatita
Manitu
Mukadar
Nurlette
Prawira
Talapuka
Tarmon
Tiakoly
Tomagola
Tuna
Umasugi
Wailehu
Demografi
Kelang Asaude merupakan salah satu negeri Islam (Salam) di Kepulauan Manipa, semua penduduk aslinya sudah beragama Islam secara turun-temurun.[6]
Pada tahun 2022, penduduk Kelang Asaude berjumlah 864 jiwa yang terdiri dari 260 keluarga.[1]
Hubungan sosial
Masyarakat negeri Kelang Asaude sebelumnya mempunyai hubungan yang cukup panas dengan negeri Tomalehu basodara, khususnya dengan Tomalehu Timur. Terjadi perselisihan antara masyarakat Kelang Asaude dengan masyarakat Tomalehu Timur pada tanggal 3 Maret 1995, kejadian serupa kemudian terjadi pada tanggal 21 Februari 1996.[7] Hal ini semakin diperburuk oleh konflik sektarian Maluku yang terjadi pada tahun 1999, masyarakat Kelang Asaude dibantu oleh beberapa negeri tetangga lain yang beragama Islam, termasuk Tomalehu Barat, menyerang negeri Tomalehu Timur yang penduduknya beragama Kristen.[6] Ini merupakan serangan balasan setelah sebelumnya pada saat menjelang subuh negeri ini diserang oleh masyarakat Tomalehu Timur.[8]